Sampai Kapan Tottenham Biarkan Masalah Kane Berlarut-larut?

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 04 Agu 2021 16:41 WIB
MIDDLESBROUGH, ENGLAND - JUNE 02: England player Harry Kane in action during the international friendly match between England and Austria at Riverside Stadium on June 02, 2021 in Middlesbrough, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Harry Kane sudah 2 hari beruntun mangkir dari latihan Tottenham Hotspur. (Foto: Stu Forster/Getty Images)
Jakarta -

Tottenham Hotspur menyambut musim baru dengan polemik Harry Kane. Penyerang 28 tahun tersebut ingin hengkang dan mangkir dari latihan karena merasa dipersulit.

Harry Kane sudah absen dari latihan pramusim Tottenham Hotspur selama dua hari beruntun. Keputusannya mogok latihan bukan tak mungkin berlanjut selama klub tak memberikan kejelasan soal transfer.

Sudah sejak tahun lalu Harry Kane mengisyaratkan ingin pergi demi mendapatkan peluang lebih baik untuk meraih trofi-trofi. Sejak meneken kontrak profesional dengan Tottenham pada 2010, ia belum sekalipun merasakan juara.

Pencapaian terbaiknya adalah tiga kali jadi runner-up: dua kali di Piala Liga Inggris dan sekali di Liga Champions. Musim panas ini, Manchester City kabarnya meminatinya karena butuh pengganti Sergio Aguero yang dilepas.

Tapi penawaran Man City yang kabarnya senilai 100 juta paun sudah ditolak oleh Tottenham Hotspur. CEO Tottenham Daniel Levy merasa Kane setidaknya berharga 150 juta paun.

Keputusan itu berbuah kekecewaan Harry Kane, yang merasa Daniel Levy melanggar perjanjian tak tertulis. Mantan bek tim nasional Inggris Gary Neville memahami kekecewaan Harry Kane.

"Akan menarik untuk melihat klub-klub apa saja yang terlibat. Tampaknya sih City. City membuat penawaran, mereka jelas sudah membicarakan nilainya. Angkanya tidak cukup (buat Tottenham), Harry merasa itu cukup, Daniel (Levy) tak merasa demikian," ujarnya kepada Sky Sports dikutip Metro.

"Entah mereka bisa bersama-sama mencapai kompromi, dan semoga bisa ya, karena kalau tidak ya situasinya akan agak kacau dalam beberapa pekan karena Harry ingin pergi. Tak ada keraguan soal itu. Anda bisa melihatnya sekarang kan dan sudah bisa dilihat semua orang sejak beberapa bulan lalu."

"Saya bisa melihat sebabnya. Dia ingin pergi dan memenangi trofi-trofi, menantang gelar liga. Tottenham, apa akan bisa? Mungkin tidak dalam 2-3 tahun. Mereka tidak bisa melakukannya dalam 20-30 tahun terakhir, apalagi 1 atau 2 tahun," sambungnya.

(raw/krs)