Adu Keras Kepala Bos Tottenham Vs Harry Kane

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 04 Agu 2021 18:05 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 16: Harry Kane of Tottenham Hotspur reacts during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Wolverhampton Wanderers at Tottenham Hotspur Stadium on May 16, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Andrew Couldridge - Pool/Getty Images)
Harry Kane mogok latihan pramusim. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Harry Kane tengah mengupayakan pergi dari Tottenham Hotspur. Tapi persoalannya, bos Tottenham Daniel Levy juga orang yang sangat alot. Siapa yang akan menang?

Harry Kane sudah dua hari beruntun mangkir dari latihan pramusim Tottenham Hotspur. Masih ditunggu apakah keputusannya untuk mogok latihan berlanjut ke hari Rabu (4/8/2021) ini.

Namun yang pasti, Harry Kane sudah mengungkapkan dengan jelas niatnya: pergi dari Tottenham Hotspur. Ia sudah memberi sinyal sejak tahun lalu bahwa ia siap membuka opsi demi peluang yang lebih baik untuk meraih trofi-trofi.

Di usia 28 tahun, penyerang tim nasional Inggris itu belum sekalipun memenangi titel. Ia tiga kali ke final bareng Tottenham Hotspur --2 kali di Piala Liga Inggris, 1 kali di Liga Champions-- dan seluruhnya kandas.

Manchester City menjadi peminat serius di musim panas ini dan kabarnya sempat mengajukan tawaran senilai 100 juta paun. Namun tawaran itu ditolak CEO Tottenham Hotspur Daniel Levy karena jauh di bawah harga yang dipasangnya.

Daniel Levy kabarnya tak bersedia melepas Harry Kane di bawah 150 juta paun. Sementara Kane merasa Levy mengingkari perjanjian tak tertulis untuk membiarkannya pergi dengan tanpa keruwetan setelah kontribusi masifnya.

Mantan manajer Tottenham Harry Redknapp mengakui situasi yang dihadapi Kane saat ini rumit. Sebab Daniel Levy bukan jenis orang yang mudah melunak.

Artinya saat ini yang terjadi adalah Harry Kane dan Daniel Levy sama-sama bersikap keras kepala. Siapa yang akan menang? Tidak ada yang tahu, tapi yang pasti suporter dan Tottenham sebagai tim bakal dirugikan dengan polemik ini.

"Sesayang-sayangnya saya dengan Harry, dia pemain yang fantastis dan anak yang baik, tapi dia dalam situasi sulit," ungkap Harry Redknapp dikutip talkSPORT.

"Karena kalau Daniel tidak mendapatkan uang yang dia inginkan, dia tak akan bilang 'kami sayang padamu Harry, kamu sudah mengabdi dengan baik dan kami akan membiarkanmu pergi dengan harga ini'. Dia bakal menginginkan nilai penuh sebelum membiarkannya pergi."

"Sampai Daniel mendapatkan jumlah yang dia inginkan, transfer itu tak akan terjadi. Kalau dia mau 160 juta paun dan seseorang menawarkan 130 atau 140 juta paun, mereka tak akan mendapatkannya. Daniel tak akan goyah," sambungnya.

(raw/krs)