Miris! Eks Arsenal Ini Kepikiran Pensiun karena Tak Laku-laku

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 25 Agu 2021 18:31 WIB
BURTON-UPON-TRENT, ENGLAND - MARCH 20:  Jack Wilshere speaks during an England press conference session at St Georges Park on March 20, 2018 in Burton-upon-Trent, England.  (Photo by Gareth Copley/Getty Images)
Jack Wilshere. (Foto: Gareth Copley/Getty Images)
London -

Nasib miris dialami eks pemain Arsenal, Jack Wilshere. Gelandang asal Inggris itu kepikiran pensiun karena tak laku-laku.

Wilshere masih berstatus bebas agen pada musim panas ini. Setelah kontraknya habis di Bournemouth, pemain 29 tahun itu belum ada yang merekrutnya lagi.

Situasi itu terbilang miris, sebab Wilshere masih berusia 29 tahun. Saking stresnya, pemain yang membela Arsenal pada musim 2008-2018 itu kepikiran pensiun.

"Ya, itu cukup banyak terlintas di benak saya," kata Wilshere kepada The Athletic, soal bayang-bayang pensiun dini,

"Ketika Anda berada di klub dan berlatih setiap hari, baik ketika berada di dalam atau di luar tim, Anda akan berpikir, "Saya harus berlatih dengan baik hari ini. Saya perlu menunjukkan kepada manajer bahwa saya siap untuk akhir pekan nanti."

"Saya tidak punya itu. Jadi saya bangun di pagi hari saat ini dan berpikir, 'Benar, saya harus pergi dan berlatih di suatu tempat'."

"Biasanya saya sendiri. Oke, saya sudah berlatih dengan klub di pra-musim tapi itu sudah selesai sekarang. Saya kembali bangun, berlatih sendiri dan menemukan motivasi itu," jelasnya.

Wilshere sempat menjadi wonderkid Arsenal. Bersama Meriam London, ia punya catatan 197 penampilan dan bikin 14 gol.

Masalah cedera dan kondisinya yang kurang fit membuat Wilshere mulai dipinjamkan Arsenal ke klub lain. Ia sempat dilempar ke Bolton Wanderers, AFC Bournemouth, dan West Ham United.

Awal tahun lalu, ia dikontrak Bournemouth dan membantu tim ke babak playoff di Divisi Championship. Kini, Wilshere masih mencari-cari klub baru.

Yang lebih miris, anak Wilshere sampai bertanya soal karier ayahnya. Hal itu yang membuat Wilshere sedikit sedih.

"Anak-anak saya berada pada usia di mana mereka sudah mengerti. Terutama Archie, yang berusia sembilan tahun. Dia benar-benar berbicara dengan saya, mengatakan, "Bagaimana dengan MLS?" atau "Mengapa Anda tidak bermain di La Liga?" 'Dia mencintai sepakbola," kata Wilshere.

"Dia tahu segalanya tentang sepakbola. Dan sulit untuk menjelaskan padanya. Dia akan berkata kepada saya, "Kenapa tidak ada klub yang menginginkanmu?"

"Saya tidak tahu. Tapi bagaimana saya menjelaskannya? Mereka punya teman di sekolah dan Anda tahu seperti apa anak-anak, mereka bisa sangat brutal."

"Mengapa ayahnya tidak bekerja? Apakah dia tidak cukup baik? Apakah dia tidak pandai sepakbola?" Ya, itu sulit. Dan saat menunggu Wilshere berlanjut, dengan Liga Premier juga kembali, dia terus merenungkan bagaimana dunianya runtuh," jelas mantan bintang Arsenal itu.

(yna/adp)