Romelu Lukaku 'Hilang' Saat Lawan Man City

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 27 Sep 2021 07:00 WIB
Chelseas Romelu Lukaku, right, reacts after missing a chance to score during the English Premier League soccer match between Chelsea and Manchester City at Stamford Bridge Stadium in London, Saturday, Sept. 25, 2021. (AP Photo/Alastair Grant)
Romelu Lukaku menghilang lawan Chelsea (AP/Alastair Grant)
London -

Kekalahan Chelsea dari Manchester City meninggalkan satu pertanyaan yang mengganjal. Ke mana Romelu Lukaku, kok gak kelihatan di laga itu?

Lukaku jadi starter saat Chelsea menjamu City di Stamford Bridge, Sabtu (25/9/2021) malam WIB kemarin. The Blues pun dijagokan bakal menang mengingat performa mereka belakangan ini.

Ditambah lagi, Chelsea lagi sulit dikalahkan City karena mampu memenangi tiga pertemuan terakhirnya termasuk di final Liga Champions. Kehadiran Lukaku yang tampil tajam bersama Inter Milan membuat City diprediksi makin sulit untuk menang.

Sayangnya, pada laga pekan keenam, Chelsea seperti kehilangan tajinya di lini serang. Lukaku yang diharapkan bisa menggempur pertahanan Chelsea malah memble.

Lukaku nyaris tak bisa berbuat banyak selama 90 menit berada di lapangan. Dia cuma 21 kali menyentuh bola, terendah di antara para pemain yang jadi starter di laga itu.

Ruben Dias dan Aymeric Laporte mampu menjalani tugasnya dengan baik. Bahkan tidak ada gol dribel sukses yang dibuat Lukaku dan malah kehilangan bola sebanyak 16 kali.

Alhasil, Lukaku pun jadi sorotan karena dia lagi-lagi tampil memble di laga besar. Setelah mencetak gol ke gawang Arsenal pada pekan kedua, Lukaku gagal bikin gol kala Chelsea bertemu Liverpool, Tottenham, dan City yang notabene adalah tim-tim top.

Ketika Lukaku dikritik, Thomas Tuchel selaku manajer pun membelanya. Menurut Tuchel, Romelu Lukaku tampil buruk karena kesalahan taktik yang dipakai olehnya.

"Saya rasa tidak penting membicarakan performa buruk Romelu hari ini," ujar Tuchel seperti dikutip ESPN.

"Ketika bola dioper ke Romelu, kami seperti sulit menyerang karena tidak ada teman yang membantu dan itu karena para pemain tidak yakin serta tidak punya koneksi yang bagus. Ini adalah persoalan tim, bukan individu," sambungnya.

(mrp/raw)