CEO Dortmund Sedih Lihat Jadon Sancho Melempem di MU

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 27 Sep 2021 17:45 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - AUGUST 14: Bruno Fernandes of Manchester United celebrates after scoring a goal during the Premier League match between Manchester United  and  Leeds United at Old Trafford on August 14, 2021 in Manchester, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images,)
Winger Manchester United, Jadon Sancho. (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
Dortmund -

Jadon Sancho masih melempem di Manchester United sejauh ini. Hal itu membuat CEO Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, sedih melihatnya.

Sancho meninggalkan Dortmund pada musim panas ini. Ia gabung ke MU, usai ditebus sebesar 73 juta paun, atau sekitar Rp 1,45 triliun.

Namun, penampilannya di MU masih belum bersinar. Dari tujuh penampilannya, ia belum menyumbang gol atau assist.

Dari tujuh penampilannya, Sancho juga baru tiga kali menjadi starter. Selebihnya, ia harus puas masuk dari bench.

Bahkan di laga terakhir MU, saat ditumbangkan Aston Villa 0-1 di Old Trafford, Sancho tidak dimainkan Solskjaer. Winger 21 tahun itu cuma duduk di bench.

Situasi sang pemain di Manchester United itu yang membuat bos Dortmund, Watzke, sedih. Sebab, Jadon Sancho sebenarnya punya kemampuan lebih yang harus dipertimbangkan manajer.

"Saya suka Jadon. Ketika Anda melihatnya bermain, Anda pasti meneteskan air mata," katanya kepada SPORT1, yang dilansir Mirror.

"Sungguh menyakitkan jiwa saya mengetahui dia diberikan begitu sedikit pertimbangan. Saya pikir masalahnya karena dia tidak ditempatkan di tim nasional Inggris," jelasnya.

Di Borussia Dortmund, Sancho memang begitu bersinar. Jebolan akademi Manchester City itu membuat 50 gol dan 64 assist untuk klub Bundesliga.

Sebelumnya, manajer MU Ole Gunnar Solskjaer menjelaskan, Sancho dinilai sedikit tertekan. Bermain dengan beberapa bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Raphael Varane dinilai membuatnya tertekan.

"Saya pikir Anda benar, baik dengan Raphael Varane dan Cristiano datang, itu memberi sedikit tekanan dari seorang pemuda," kata Solskjaer.

"Dia berusia 21 tahun, dia masih belajar soal permainan, dia belajar bagaimana kami berlatih, belajar bagaimana kami bermain, dia belajar Premier League, tetapi dia datang dengan rasa lapar untuk belajar."

"Kami tahu bakatnya, dan kami mengontraknya dengan pemikiran kami akan memiliki penyerang top di sini selama 10 atau 12 tahun ke depan.

"Jadon sudah bagus, tapi sangat disayangkan dia sakit tepat ketika dia akan datang. Jadi dia keluar sebentar, dan kehilangan sedikit pra-musim. Tapi dia bekerja keras dan dia akan baik-baik saja," yakin Solskjaer.

(yna/pur)