Newcastle, Klub Sultan yang Harus Merana Dulu

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 04 Nov 2021 20:10 WIB
NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 30: Ciaran Clark of Newcastle United dejected at the full time whistle after the Premier League match between Newcastle United and Chelsea at St. James Park on October 30, 2021 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)
Newcastle, Klub Sultan yang Harus Merana Dulu (Getty Images)
Newcastle -

Newcastle United tidak akan semudah membalikkan telapak tangan menjadi klub top, walau punya banyak uang. The Magpies harus menderita dulu!

Newcastle United kini berubah jadi klub sultan, setelah dibeli oleh Mohammed bin Salman lewat perusahaan konsorsiumnya yakni Public Investment Fund (PIF) di awal bulan Oktober ini.

PIF punya modal melimpah untuk menyulap Newcastle jadi tim papan atas. Tentu, caranya dengan memboyong para pemain dan manajer top!

Akan tetapi, rasanya Newcastle United tidak akan semudah itu menjadi klub top. Ada perjalanan panjang, yang tidak semudah membalikkan telapak tangan!

"Serba instan dengan uang, tidaklah semudah itu," ujar eks Presiden klub Crystal Palace, Simon Jordan kepada talkSport.

"Mereka tidak akan menyelesaikan masalah dengan uangnya untuk beli pemain dan manajer top. Mereka harus membenahi klubnya sendiri agar lebih baik," lanjutnya.

Newcastle United sementara ini berada di peringkat ke-19. Mereka baru mengoleksi empat poin dari 10 laga!

Newcastle empat kali seri dan enam kali kalah. The Magpies bahkan belum pernah menang di Liga Inggris sejauh ini.

The Magpies sudah memecat Steve Bruce yang dirasa gagal. Kini penggantinya, Graeme Jones pun dinilai akan butuh waktu untuk membawa timnya keluar dari zona degradasi.

NEWCASTLE UPON TYNE, ENGLAND - OCTOBER 30: Ciaran Clark of Newcastle United dejected at the full time whistle after the Premier League match between Newcastle United and Chelsea at St. James Park on October 30, 2021 in Newcastle upon Tyne, England. (Photo by Stu Forster/Getty Images)Graeme Jones (Getty Images/Stu Forster)

"Mereka baru saja gagal mendapatkan Unai Emery, yang itu jadi bahan tertawaan," sindir Jordan.

"Sepakbola itu banyak unsur substansinya juga. Sepakbola berkembang dan selalu berubah dengan cepat," tutupnya.

(aff/rin)