Werner Tak Pernah Menyesal Tolak Liverpool demi Chelsea karena...

Putra Rusdi K - Sepakbola
Sabtu, 14 Mei 2022 21:00 WIB
MADRID, SPAIN - APRIL 12: Timo Werner of Chelsea FC looks on during the UEFA Champions League Quarter Final Leg Two match between Real Madrid and Chelsea FC at Estadio Santiago Bernabeu on April 12, 2022 in Madrid, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Timo Werner tak pernah menyesal tolakj Liverpool demi Chelsea (Foto: (Getty Images)
London -

Timo Werner mengaku tak pernah menyesal menolak Liverpool untuk ke Chelsea. Hal ini karena Werner mampu meraih gelar Liga Champions dengan The Blues.

Werner merapat ke Chelsea pada musim panas 2020 dari RB Leipzig dengan nilai transfer 47 juta paun. The Blues kepincut dengan Werner yang tampil tajam bersama Leipzig.

Pemain asal Jerman ini mampu mengemas 95 gol dari 159 penampilan bersama Die Roten Bullen. Chelsea memenangi persaingan dengan Liverpool yang kala itu mengajukan tawaran terlebih dulu kepada Werner.

Namun, karier Werner di Chelsea tak sepenuhnya berjalan mulus. Ketajaman Werner yang dipamerkan di Leipzig seolah hilang di Tim London Biru.

Pemain 26 tahun ini baru mengemas 23 gol dari 89 laga dengan Chelsea. Situasi ini membuat Werner kerap kali mendapat kritik karena kerap kali menyia-nyiakan peluang.

Meski demikian, Werner mengaku sama sekali tak pernah menyesali keputusannya bergabung dengan Chelsea dan menepikan tawaran dari Liverpool. Pasalnya, ia bisa meraih gelar Liga Champions bersama Chelsea di musim lalu. Liverpool dan Chelsea sendiri bakal bertemu di final Piala FA di Wembley, Sabtu (14/5) malam WIB.

"Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah mereka memiliki manajer Jerman," ujar Werner soal tawaran Liverpool di masa lalu dikutip dari Mirror.

"Saya sudah mengenalnya bertahun-tahun sebelumnya, karena ketika saya di Stuttgart, dia berbicara soal transfer ke Dortmund. Kemudian saya bermain tidak begitu baik, jadi selesai.""

"Ketika saya di Leipzig, saya memiliki kemungkinan untuk datang ke Liga Inggris. Liverpool juga ada dalam pikiran saya dan merupakan kemungkinan besar bagi saya."

"Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk Chelsea dan saya memenangkan gelar Liga Champions tahun lalu. Itu bukan keputusan terburuk," jelasnya.

(pur/krs)