Kekhawatiran Gary Neville terhadap Erik ten Hag dan Man United

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 27 Mei 2022 07:20 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 23: Manager Erik ten Hag of Manchester United poses at Old Trafford on May 23, 2022 in Manchester, England. (Photo by Ash Donelon/Manchester United via Getty Images)
Erik ten Hag mengemban tugas berat sebagai manajer Manchester United. (Foto: Manchester United via Getty Imag/Ash Donelon)
Jakarta -

Kedatangan Erik ten Hag memicu optimisme di kalangan pendukung Manchester United. Tapi optimisme itu masih tertahan kekhawatiran-kekhawatiran.

Erik ten Hag akan memulai kinerjanya sebagai manajer tetap Manchester United musim depan. Ia ditunggu tugas besar: mengakhiri puasa trofi 'Setan Merah' dan mengembalikannya ke persaingan teratas di Premier League.

Seperti diketahui, Manchester United bahkan kesulitan untuk sekadar melibatkan diri dalam persaingan juara di Liga Inggris. Bahkan sejak terakhir juara pada 2013, mereka lebih kerap finis di luar empat besar (5 kali dalam 9 musim).

Ten Hag diharapkan bisa mengakhiri tren buruk itu dan membangun tim yang sustainable alias kompetitif untuk bermusim-musim ke depan. Perhatiannya akan detail dan ketegasannya diyakini bisa memulihkan keteraturan di Manchester United.

Meski demikian, para pendukung Manchester United bukannya tak khawatir. Eks kapten MU Gary Neville menyoroti sejumlah hal, termasuk sulitnya membendung kekuatan dua rival: Manchester City dan Liverpool.

Ini berpotensi mendistorsi kinerja Erik ten Hag dan membuatnya tampak lebih buruk dari semestinya.

"Masalahnya adalah, ketakutan terbesar saya terkait Erik ten Hag bukanlah pekerjaan yang dihadapinya. Dia bisa bekerja dengan bagus dan tetap tidak sukses karena fakta bahwa mereka berdua (Pep Guardiola dan Juergen Klopp) masih ada, itu adalah masalah nyata," ungkap Gary Neville kepada Sky Bet Overlap Show, dilansir Metro.

"Kita semua optimistis ketika manajer baru datang, di klub manapun, begitulah situasinya. Tapi saya sejujurnya sangat berhati-hati dalam optimisme saya. Rasanya tidak banyak suporter Manchester United yang berpikir 'Wow, ini dia!'. Kami optimistis dengan hati-hati," imbuhnya.

Hal lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah cara kerja Manchester United sebagai sebuah klub. Bagaimanapun juga, tak banyak yang berubah dari pendekatan di level direksi terkait sisi sepakbola.

"Saya memang takut bahwa operasi dari sisi sepakbolanya masih belum cukup kuat seperti di klub-klub lain, itu enggak mungkin. Kekhawatiran saya adalah mereka masih belum berjalan keluar untuk mendatangkan operator sepakbola yang andal, tapi kita akan lihat apa yang terjadi," sambung mantan bek tersebut.



Simak Video "Atalanta Vs MU: Ronaldo-Cavani Duet Lagi?"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)