ADVERTISEMENT

Ten Hag Mau Bentuk Koneksi Belanda di MU, Diwanti-wanti Hal Ini

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 06 Jul 2022 05:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JUNE 27: (EXCLUSIVE COVERAGE)  Manager Erik ten Hag of Manchester United in action during a first team training session at Carrington Training Ground on June 27, 2022 in Manchester, England. (Photo by Ash Donelon/Manchester United via Getty Images)
Erik ten Hag diwanti-wanti soal rencananya membentuk koneksi Belanda. (Foto: Manchester United via Getty Imag/Ash Donelon)
Jakarta -

Manajer baru Manchester United Erik ten Hag memburu sejumlah dari Liga Belanda untuk memulai eranya. Tapi ia diwanti-wanti langkah ini bisa jadi bumerang.

Manchester United mengincar sejumlah nama di musim panas ini. Buruan pertama sudah didapatkan, yakni Tyrell Malacia dari Feyenoord.

Sejumlah target lain, secara spesifik pemain-pemain yang punya riwayat bermain di Belanda, masih berusaha didapatkan. Di antaranya adalah gelandang Barcelona Frenkie de Jong dan duo Ajax, Lisandro Martinez dan Antony.

Ten Hag diyakini ingin membentuk koneksi Belanda di MU demi mempercepat proses konstruksi tim. Punya pemain-pemain yang berangkat dari kultur yang sama akan memberinya keuntungan di lingkungan baru.

Tapi hal ini juga bisa menjadi bumerang untuknya, kata pemain legendaris Belanda Ronald de Boer. Sebab jika hasil-hasil MU meredup, grup Belanda ini yang akan pertama kali disorot.

"Bahasa umum sepakbola itu adalah keuntungan. Dan sebagai seorang pemain, ada keuntungan kalau pelatihnya mengenal Anda. Terutama di Inggris, di mana mereka bisa menggelontorkan uang dan pelatih-pelatih baru belum menemukan Anda," ungkap Ronald de Boer kepada Algemeen Dagblad dilansir Football365.

"Terlepas dari itu, saya rasa para pelatih harus berhati-hati. Situasinya bisa rumit, karena banyak pemain dengan kewarganegaraan yang sama bertemu di ruang ganti. Lalu Anda bisa membentuk grup lebih cepat."

"Dan kalau hasilnya redup, para pemain Belanda ini yang akan segera ditunjuk sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penurunan tim," imbuhnya.

Hal yang juga jadi perhatian De Boer adalah bagaimana pemain-pemain seperti Malacia dan incaran MU lain beradaptasi dengan Premier League yang lebih keras. Sebab level Liga Inggris jauh lebih tinggi.

"Bek-bek yang relatif kecil seperti Malacia dan Martinez mungkin tanpa ngoyo menancapkan kuku di Eredevisie. Tapi Premier League itu beda cerita. Pertandingannya lebih intens, temponya lebih cepat, dan lawannya jauh lebih kuat," sambungnya.



Simak Video "Momen Via Vallen Jalan-jalan ke Markas MU Bareng Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT