ADVERTISEMENT

Andaikan Dele Alli Mau Dengarkan Nasihat Mourinho...

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 18 Agu 2022 15:20 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - AUGUST 06: Dele Alli of Everton in action during the Premier League match between Everton FC and Chelsea FC at Goodison Park on August 06, 2022 in Liverpool, England. (Photo by Chris Brunskill/Fantasista/Getty Images)
Dele Alli gagal total di Everton (Foto: Getty Images/Chris Brunskill/Fantasista)
Liverpool -

Dele Alli gagal lagi dan kini bakal "dibuang" ke Besiktas. Andaikan saja dulu Alli mau menuruti nasihat Jose Mourinho, mungkin nasibnya tak bakal begini.

Alli sejatinya baru gabung Everton di paruh kedua musim lalu setelah diboyong dari Tottenham Hotspur. Tapi, karier Allit tak kunjung membaik karena cuma main 11 kali tanpa bikin satu gol pun.

Alhasil, manajer Everton Frank Lampard merasa Alli tidak akan berkembang dan lebih baik memberikan slotnya untuk gelandang incarannya. Maka dari itu, Lampard memutuskan meminjamkan Alli musim ini.

Besiktas yang kini bermain di Liga Turki disebut-sebut jadi tujuannya. Alli bakal dipinjamkan selama semusim untuk mengembalikan performanya seperti dulu meroket bareng Tottenham di 2015 hingga 2018.

Saat itu Alli memang tampil luar biasa karena berkontribusi besar untuk Tottenham, setelah dibeli dari MK Dons. Padahal Alli juga sempat diminati oleh Liverpool.

Selama tiga musim itu, Alli bikin 46 gol dan jadi trisula maut bareng Harry Kane dan Son Heung-min. Pada musim 2018/2019 dan 2019/2020, statistik Ali memang menurun karena cuma bikin 16 gol.

Tapi, Alli saat itu memang dioperasikan lebih ke dalam oleh manajer Jose Mourinho. Namun, Mourinho juga melihat gelagat tidak baik dari Alli yang mulai menurun performanya secara keseluruhan.

Dalam potongan video dari dokumenter Amazon berjudul All or Nothing: Spurs, Alli sempat diajak ngomong empat mata oleh Mourinho. Dalam perbincangannya itu, Mourinho menasihati Alli agar berupaya lebih keras agar mencapai level kelas dunia.

Mourinho kala itu merasa Alli punya potensi untuk melebihi Steven Gerrard, Frank Lampard, Paul Scholes, atau Paul Gascoigne. Tapi, Alli menyia-nyiakan itu dan dia juga malah sempat tersandung kasus pelecehan berbau rasial saat pandemi COVID-19 melanda dua tahun lalu.

"Saya sekarang sudah 56 tahun. Padahal saya merasa kemarin baru berusia 20 tahun. Waktu bergerak cepat sekali," ujar Mourinho kepada Alli di tahun 2019.

"Suatu hari nanti, saya rasa kamu bakal menyesal jika tak mencapai level terbaikmu. Saya tidak mengharapkanmu menjadi pemain terbaik di setiap laga, tidak harus mencetak gol setiap laga kok. Saya ingin bilang bahwa kamu suatu hari pasti bakal menyesali ini."

"Kamu harus bisa tampil lebih baik dari ini lagi. Bukan saya yang harus mendorong. Bukan saya, buka orang lain. Kamu. Saya pikri kamu harus mendorong diri kamu lebih baik," kata Mourinho.

Tiga tahun kemudian, ucapan Jose Mourinho terbukti benar adanya. Bisa bangkit, Dele Alli?

(mrp/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT