Darwin Nunez Sedang Belajar Sabar dan Tenang

ADVERTISEMENT

Darwin Nunez Sedang Belajar Sabar dan Tenang

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 06 Okt 2022 09:34 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - OCTOBER 04: Darwin Nunez of Liverpool FC looks on during the UEFA Champions League group A match between Liverpool FC and Rangers FC at Anfield on October 4, 2022 in Liverpool, United Kingdom. (Photo by Ulrik Pedersen/DeFodi Images via Getty Images)
Darwin Nunez masih melanjutkan puasa golnya di Liverpool. (Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images)
Jakarta -

Darwin Nunez tengah dalam momen sulit, meski menandai debutnya bersama Liverpool dengan apik. Penyerang 23 tahun itu menyebut sedang belajar sabar dan tenang.

Darwin Nunez sejatinya memulai kiprah di Liverpool dengan cemerlang. Ia mencetak gol dalam debut kompetitifnya di laga Community Shield, kala Liverpool menang 3-1 atas Manchester City.

Selanjutnya ia bikin gol lagi ke gawang Fulham pada debutnya di Premier League, dengan Liverpool ditahan imbang 2-2. Tapi kartu merah di laga lawan Crystal Palace menjadi titik balik.

Emosinya kala itu terpancing dan menanduk lawan, berujung skors tiga pertandingan. Selepas itu Nunez sudah enam kali tampil, kendati dengan porsi minimal di sebagian pertandingan, dan belum bikin gol lagi.

Puasa golnya berlanjut saat Liverpool menang 2-0 atas Rangers di Anfield, Rabu (5/10/2022) dini hari WIB. Ia punya empat percobaan ke gawang dan belum membuahkan hasil.

Tekanan niscaya menyelimuti pemain asal Uruguay itu dan lawan akan mencoba memanfaatkannya untuk memancingnya. Tapi Nunez menegaskan kartu merah melawan Palace menjadi pelajaran penting dan kini tengah belajar menahan diri dengan lebih baik, termasuk tak terlalu khawatir soal gol.

"Momennya berat setelah kartu merah itu. Saya tahu telah membuat salah besar dan sekarang saya menyadari itu tak akan terjadi lagi. Saya harus menenangkan diri di pertandingan, mengurangi bicara," ungkapnya dikutip BBC.

"Kita semua membuat kesalahan dan saya tahu itu akan menjadi pengalaman yang mendidik. Yang penting itu berkontribusi buat tim, jadi seseorang yang selalu bersumbangsih dengan main bagus dan kalaupun tak mencetak gol, saya harus tenang."

"Kalau gol pertama itu tiba, lebih banyak gol akan tiba. Saya sudah pernah mengalaminya dan memang agak tidak nyaman karena pada akhirnya, sebagai penyerang, kami hidup dengan gol-gol."

"Tapi saya kalem saja, pelatih sudah selalu mendukung saya. Rekan-rekan setim juga mendukung saya terus dan saya akan selalu mencoba membantu tim dengan mencetak gol, atau bahkan tanpa gol, mencoba sebaik mungkin saja," imbuh mantan pemain Benfica ini.

(raw/ran)

ADVERTISEMENT