Juventus Vs Napoli: Bianconeri Menang, Pirlo Batal Ditendang?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 08 Apr 2021 17:30 WIB
TURIN, ITALY - JANUARY 13: Andrea Pirlo, Head Coach of Juventus F.C. looks on prior to the Coppa Italia match between Juventus and Genoa CFC at Allianz Stadium on January 13, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)
Pirlo baru mendapat lisensi tahun lalu, dan langsung melatih Juventus. Foto: Getty Images/Valerio Pennicino
Turin -

Juventus berhasil mengalahkan Napoli 2-1 di Liga Italia. Hasil ini membuat tekanan kepada pelatih Andrea Pirlo sedikit berkurang.

Juventus terancam gagal mempertahankan gelar Serie A yang terus berada di Turin selama 9 tahun terakhir. Saat ini, Bianconeri tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen Inter Milan, dengan musim menyisakan 9 laga.

Posisi Pirlo pun tersudut. Apalagi Juventus menderita kekalahan memalukan dari Benevento dan diimbangi Torino di dua laga terakhir. Jangan lupakan juga, mereka sudah tersingkir di Liga Champions.

Laga tunda melawan Napoli pada Rabu (7/4) kemarin pun disebut-sebut menjadi ujian bagi Pirlo. Jika kalah, kabarnya manajemen tak ragu melayangkan surat pemecatan.

Di tengah isu yang memanas tersebut, Juventus justru berhasil tampil baik. Kemenangan diraih, dan Cristiano Ronaldo dkk berhasil merangkak lagi ke zona Liga Champions, tepatnya di urutan ketiga dengan 59 poin.

Usai kemenangan itu, Pirlo berbicara soal isu pemecatan dirinya yang kencang berhembus. Pelatih 41 tahun itu sadar bahwa musim pertamanya tak akan mudah. Apalagi ada sejumlah kendala yang dihadapinya.

Mulai dari persiapan pramusim yang tak mulus, restrukturisasi skuad yang banyak diisi pemain muda, hingga deretan cedera dan kasus COVID-19 yang dialami pemain Juventus.

"Aku tahu bahwa ini pekerjaan orang lain sebelumnya, jadi bukannya aku tak punya persiapan. Punya banyak kasus positif COVID-19 sebelum laga dan keraguan yang terus menerus tak akan membantu, tapi kami sudah berada dalam situasi ini sepanjang musim," kata Pirlo kepada Sky Sport Italia.

"Kehilangan pemain sekelas (Paulo) Dybala untuk waktu yang lama akan menjadi masalah buat tim manapun. Pemain lain tampil baik, tapi jika ada lebih banyak pilihan, tentu akan lebih baik."

"Aku membuat banyak kesalahan, tapi hal itu akan terulang lagi. Ini musim pertamaku (sebagai pelatih), aku perlu pengalaman ini untuk sekarang dan masa depan. Musim ini sulit, tak hanya untukku, tapi banyak pelatih lain juga," kata Pirlo menambahkan.

Sementara ini, kursi Pirlo tampak masih aman. Jika Juventus bisa menutup musim dengan raihan trofi (Coppa Italia), barangkali ia akan lanjut di musim depan. Namun bila gagal, bukan tak mungkin ia harus angkat kaki dari Allianz Stadium di musim panas nanti.

(adp/krs)