Ronaldo Kena Semprot, Disebut Tak Bisa Pimpin Tim

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 13 Apr 2021 22:15 WIB
TURIN, ITALY - MARCH 21: Cristiano Ronaldo of Juventus looks on  during the Serie A match between Juventus and Benevento Calcio at Allianz Stadium on March 21, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)
Striker Juventus, Cristiano Ronaldo. (Foto: Getty Images/Valerio Pennicino)
Turin -

Cristiano Ronaldo kena kritik dari mantan pemain Juventus, Massimo Mauro. CR7 dinilai tak bisa memimpin tim di mana pun ia bermain.

Ronaldo sedang disorot musim ini. Itu setelah pemilik 5 Ballon d'Or itu terancam gagal memberi gelar untuk Juventus.

Di Liga Italia, Juventus masih tertahan di posisi tiga klasemen. Bianconeri tertinggal dari Inter Milan dan AC Milan.

Kemudian di Liga Champions, Juventus juga sudah tersingkir. Pasukan Andrea Pirlo didepak Porto di babak 16 besar.

Peluang juara tinggal berada di Coppa Italia. Juventus sudah menjejak final, dan akan menghadapi Atalanta, 19 Mei mendatang.

Dan Cristiano Ronaldo yang disorot atas kesulitan Juventus bersaing musim ini. Meski bisa bikin 32 gol, eks pemain Sporting Lisbon, Manchester United, dan Real Madrid itu dinilai tak bisa memimpin timnya lebih baik.

"Ronaldo tidak pernah menjadi pemimpin di mana dia bermain dan dia tidak akan pernah menjadi. Dia seperti sebuah perusahaan dan perputarannya lebih penting baginya daripada kesuksesan tim," kata Massimo Mauro, eks gelandang Juventus di era akhir 1980-an, kepada Gazzetta dello Sport.

"Cristiano tidak menyeret rekan setim bersamanya. Dia selalu ingin mereka memberinya bola untuk mencetak gol. Dia seorang individualis yang hebat, dia bukan pemain tim."

"Dari sudut pandang hasil, Juventus bersamanya [Cristiano Ronaldo] tidak lebih baik dari sebelumnya, mereka bahkan tampil lebih buruk di Liga Champions. Itulah mengapa hal terbaik bagi mereka berdua adalah jalan mereka terpisah," kata Mauro, yang membawa Juventus scudetto sekali itu.

(yna/ran)