Nasib Apes Juventus Bikin Laju Inter Milan Makin Mulus

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 03 Mei 2021 18:33 WIB
Inter Milans Romelu Lukaku, right, celebrates with his teammate Ashley Young, after scores against Sassuolo during the Serie A soccer match between Inter Milan and Sassuolo at the San Siro Stadium in Milan, Italy, Wednesday, April 7, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)
Nasib Apes Juventus Bikin Laju Inter Milan Makin Mulus. (AP/Antonio Calanni)
Milan -

Inter Milan memenangi Scudetto musim 2020/2021. Inter Milan, yang tampil begitu gigih dan pantang menyerah, jadi bisa melaju lebih mulus seiring dengan nasib apes Juventus.

Liga Italia musim ini persaingannya begitu ketat. AC Milan mampu tampil mengejutkan dan cukup lama nyaman di puncak Klasemen Liga Italia.

Tapi Inter Milan, mampu terus tampil konsisten dan pantang menyerah. Pelan-pelan Inter mendekat ke pos puncak dan menggeser tetangganya itu.

MILAN, ITALY - APRIL 11: Matteo Darmian of FC Internazionale (hidden) celebrates with team mates after scoring their side's first goal during the Serie A match between FC Internazionale  and Cagliari Calcio at Stadio Giuseppe Meazza on April 11, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)Inter Milan begitu gigih musim ini (Getty Images/Marco Luzzani)

Hingga di pekan ke-34 kala masih tersisa empat laga lagi, Inter Milan sudah menyegel titel Scudetto. I Nerazzurri berhak menyabet juara Liga Italia dan tidak bakal terkejar lagi oleh tim manapun di sisa laga.

Inter Milan mampu 'buka puasa', mereka juara lagi setelah 11 tahun lamanya. Romelu Lukaku dkk, juga mampu memutus dominasi Juventus yang sudah sembilan musim juara berturut-turut.

Pun suksesnya Inter musim ini rasanya tak lepas dari nasib apes Si Nyonya tua itu...

Dilansir dari Marca, Juventus bak ketiban nasib apes musim ini. Nasib apes yang sebenarnya, bisa mereka hindari bernama Andrea Pirlo.

Di awal musim, Juventus menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih menggantikan Maurizio Sarri. Pirlo dinilai sebagai pelatih muda yang penuh potensi.

Padahal, CV Pirlo masih 'bersih'. Pirlo belum pernah melatih klub.

Pirlo cuma baru melatih tim Juventus U-23 tahun lalu, setelah mendapatkan lisensi kepelathan dari UEFA. Itu pun sebentar saja waktu melatihnya, dari 30 Juli sampai 7 Agustus.

TURIN, ITALY - JANUARY 13: Andrea Pirlo, Head Coach of Juventus F.C. looks on prior to the Coppa Italia match between Juventus and Genoa CFC at Allianz Stadium on January 13, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)Andrea Pirlo musim ini cuma mampu mempersembahkan titel juara Piala Super Italia (Getty Images/Valerio Pennicino)

Dibandingkan dengan Maurizio Sarri, tentu Andrea Pirlo kalah jam terbang. Sarri sudah dari tahun 2003 menjadi pelatih dan lama berlayar di Serie A.

Napoli dan Chelsea, merupakan dua klub besar yang Sarri latih. Ketika melatih Juventus musim lalu, Sarri juga masih bisa menyabet titel Scudetto.

TURIN, ITALY - AUGUST 01: Juventus FC head coach, Maurizio Sarri, celebrates with the trophy after the Serie A match between Juventus and  AS Roma at Allianz Stadium on August 1, 2020 in Turin, Italy.  (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)Maurizio Sarri, masih sukses persembahkan Scudetto buat Juventus (Getty Images/Valerio Pennicino)

Andrea Pirlo disebut banyak pengamat sepakbola, masih butuh waktu. Juventus adalah tim besar dan punya banyak jadwal kompetisi yang padat.

Pirlo bukanlah penyihir yang mampu membuat semuanya mudah seolah membalikkan telapak tangan. Pirlo memang maestro semasa bermain di lapangan, tapi jadi pelatih tentu beda medan perangnya.

Maka, Juventus harus menerima nasib apesnya. Sebuah perjudian menunjuk Pirlo, yang berakhir kurang memuaskan.

(aff/krs)