Juventus Boleh Kecewa, tapi Harus Tetap Ingat Target

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 11 Mei 2021 21:00 WIB
TURIN, ITALY - MAY 09: Cristiano Ronaldo of Juventus looks dejected during the Serie A match between Juventus  and AC Milan at  on May 09, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)
Juventus dihajar AC Milan 0-3 di Allianz Stadium. (Foto: Getty Images/Valerio Pennicino)
Jakarta -

Juventus kecewa berat saat dipermalukan AC Milan 0-3. Tapi mereka tak bisa terlalu lama larut dalam kekecewaan karena ada target yang menanti.

Juventus takluk 0-3 saat menjamu AC Milan di Allianz Stadium, Senin (10/5/2021) kemarin. Gol-gol dari Brahim Diaz, Ante Rebic, dan Fikayo Tomori membuat Bianconeri tertunduk di markasnya sendiri.

Kekalahan itu menambah besar tekanan di Juventus. Saat ini skuad besutan Andrea Pirlo itu berada di luar zona Liga Champions, tepatnya di urutan lima dengan 69 poin.

Juventus tertinggal satu poin dari Napoli. Cristiano Ronaldo dkk niscaya tak boleh kehilangan poin-poin maksimal lagi di tiga pertandingan sisa, karena ancaman gagal lolos ke Liga Champions begitu nyata.

Juventus selanjutnya akan menghadapi Sassuolo, yang tak kalah rumit. Sassuolo tampil baik musim ini dan bertengger di posisi delapan sementara, dengan tanpa kekalahan di enam laga terakhir.

Pelatih Juventus Andrea Pirlo menantikan reaksi dari para pemainnya. Juve butuh segera bangkit karena pekan depan sudah dinanti duel kontra Inter Milan, yang dipastikan tak akan mengendur meski sudah juara karena ada pertaruhan gengsi.

"Saya tak mau melihat kepasrahan besok, kami masih tertinggal satu poin dari posisi Liga Champions dan punya tiga laga sisa. Sepakbola mengajarkan apapun bisa terjadi, jadi kami butuh optimisme," ungkap Andrea Pirlo dikutip Football Italia.

"Target kami adalah membuktikan kami layak lolos ke Liga Champions, dan kami cuma bisa mencapainya dengan hasil-hasil. Kami kecewa setelah kekalahan dari Milan, tapi target kami tidak berubah. Kami punya tugas untuk percaya."

"Ketabahan adalah salah satu kata yang sering dipakai di sepakbola, tapi itu saja tidak cukup untuk menang. Saya selalu meminta agar ada api yang menyala di dalam dada," ujar mantan gelandang ini.

(raw/aff)