Eto'o Tidak Suka Lihat Mourinho Latih Roma

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Selasa, 22 Jun 2021 12:45 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 14: Jose Mourinho, Manager of Tottenham Hotspur looks on following the Premier League match between Arsenal and Tottenham Hotspur at Emirates Stadium on March 14, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Jose Mourinho akan melatih AS Roma mulai musim depan (Foto: Getty Images/Dan Mullan)
Jakarta -

Jose Mourinho akan melatih AS Roma mulai musim depan. Mantan striker Inter Milan Samuel Eto'o mengaku terluka melihat Mourinho melatih Roma. Kenapa?

Mourinho direkrut Roma untuk menggantikan Paulo Fonseca yang kontraknya tidak diperpanjang. Mantan manajer Manchester United dan Chelsea itu diikat dengan kontrak sampai 2024.

Perekrutan Mourinho oleh Roma terbilang kilat. Klub asal ibu kota Italia itu langsung menghubungi Mourinho setelah dia diberhentikan oleh Tottenham Hotspur.

Eto'o mengomentari penunjukan Mourinho sebagai pelatih Roma. Mantan pesepakbola internasional Kamerun itu tidak suka melihat Mourinho melatih tim Italia selain Inter.

Samuel Eto'o dan Jose Mourinho memang pernah bekerja sama di Inter Milan pada 2009-2010. Pada musim itu, mereka mengantar Nerazzurri meraih treble dengan menjuarai Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.

"Itu melukai saya, saya tidak akan berbohong, melihat pelatih yang memberi saya kesempatan untuk juara di Italia pergi ke klub (Italia) lain," ujar Eto'o kepada AS.

"Tapi saya tahu dia bahagia dan pertemanan kami di atas segalanya. Saya sih maunya melihat Mourinho di Inter lagi. Tapi saya akan selalu mendoakan yang terbaik untuknya di Roma."

"Tapi dia harus mengerti kalau betapa pun saya menyayanginya, buat saya Inter selalu jadi yang utama," kata Eto'o.

AS Roma akan jadi tantangan baru buat Jose Mourinho usai gagal di Tottenham Hotspur. Pelatih berusia 58 tahun itu mengaku bersemangat dengan proyek Roma.

"Belakangan saya mendapat proyek berbeda ketimbang sebelumnya. Saya datang saat Manchester United dalam proses transisi, bukan jelek sih. Saya datang ke Tottenham, tim tanpa sejarah besar," ucap Mourinho.

"Kini saya datang ke Roma yang punya pemilik baru, tapi saya langsung merasakan empati dari pemilik, direktur, dan mereka langsung membuat saya bersemangat lagi."

"Jadi saya menghadapi Mission: Impossible lainnya. Saya bilang mustahil karena orang-orang cenderung melihat saya dan di mata mereka hanya ada satu cara untuk mengukur kesuksesan, yaitu saya harus menang," kata Mourinho.

(nds/pur)