Wasit Torino Vs Inter Akan Dihukum karena Tak Beri Il Toro Penalti

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 15 Mar 2022 03:00 WIB
FLORENCE, ITALY - MARCH 02: Marco Guida referee looks on during the Coppa Italia Semi Final 1st Leg match between ACF Fiorentina and Juventus FC at Stadio Artemio Franchi on March 2, 2022 in Florence, Italy.  (Photo by Gabriele Maltinti/Getty Images)
Guida disorot tajam usai keputusan tak memberi hadiah penalti untuk Torino. Foto: Getty Images/Gabriele Maltinti
Jakarta -

Laga Torino vs Inter Milan yang berakhir 1-1 meninggalkan kontroversi atas keputusan wasit Marco Guida yang tak memberi hukuman penalti untuk Nerazzurri. Ancaman skors pun kini menanti sang pengadil.

Pada laga di Olimpico Grande Torino, Senin (14/3/2022) dini hari WIB, tuan rumah memimpin lebih dulu lewat gol Gleison Bremer di menit ke-12. Masih di babak pertama, Il Toro punya kesempatan untuk menggandakan keunggulan.

Itu setelah penyerang Torino, Andrea Belotti dijatuhkan oleh Andrea Ranocchia di kotak penalti Inter. Meski begitu, Guida tak menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran.

Torino, Inter MilanMomen ketika Ranocchia menekel Belotti, namun tak dihukum penalti. Foto: Dok. Football Italia

Keputusan Guida malah didukung oleh Video Assistant Referee yang bertugas, yakni Davide Massa. Kubu Torino jelas berang dengan keduanya, yang dianggap lalai menjalankan tugas.

Pasalnya, dalam tayangan ulang terlihat jelas bahwa Ranocchia menekel kaki kanan Belotti sebelum menyentuh bola.

Pada akhirnya, Torino gagal mempertahankan keunggulan yang ada karena Alexis Sanchez berhasil mencetak gol di injury time babak kedua untuk menyelamatkan Inter dari kekalahan. Namun pelatih Torino Ivan Juric benar-benar kesal seusai laga.

"Itu jelas-jelas penalti, dan tak ada yang memahami kenapa pelanggaran tak diberikan. Saya yakin mereka akan mencoba menjelaskannya, tapi tak tak bisa. Benar-benar merusak laga, kami harusnya unggul 2-0," ujar Juric, dikutip Football Italia.

Eks wasit Serie A, Paolo Casarin juga beranggapan kejadian tersebut adalah penalti, dan Massa juga bersalah karena tak mengoreksi keputusan Guida.

"Bocah umur dua tahun juga bisa melihat itu sebagai penalti. Tak perlu menjadi wasit level internasional untuk melihatnya," kata Casarin.

"Wasit juga punya sejumlah masalah karena dia harus melihatnya secara langsung di lapangan. Tapi VAR harusnya memberinya kesempatan untuk melihat lebih lanjut insiden itu. VAR tak boleh dikesampingkan dan diam saja."

"Itulah kegagalan sistem. Harus ada langkah yang diambil ketika wasit di lapangan membuat keputusan yang salah, dan yang satu lagi (VAR) tak ccampur tangan," jelas Casarin.

Dilaporkan La Gazzetta dello Sport, Guida dan Massa akan disanksi tiga laga Serie A akibat kekeliruan tersebut.



Simak Video "Prediksi AC Milan vs Inter Milan bersama Milanisti Indonesia dan Inter Club Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/mrp)