Ultras Juventus Anggap Bonucci Tak Becus Jadi Kapten!

ADVERTISEMENT

Ultras Juventus Anggap Bonucci Tak Becus Jadi Kapten!

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 21 Sep 2022 13:20 WIB
Turin -

Ultras Juventus mengecam Leonardo Bonucci. Sebagai kapten Bianconeri, Bonucci dianggap tak becus memimpin tim.

Juventus saat ini tengah berada dalam situasi sulit. Si Nyonya Tua tak pernah menang dalam lima laga terakhir.

Teranyar, Bianconeri tumbang 0-1 di markas tim papan bawah Monza pada lanjutan Liga Italia, Sabtu (18/9). Hasil ini membuat Juventus berada di peringkat ke-8 Serie A dengan 10 poin tertinggal tujuh angka dari Napoli di puncak klasemen.

Krisis ini menghadirkan kisruh di tubuh Juventus. Para pemain dilaporkan mulai kehilangan kepercayaan kepada pelatih Massimiliano Allegri.

Wakil Presiden Juventus Pavel Nedved sebenarnya ingin memecat pelatih Massimiliano Allegri. Namun sang Presiden Andrea Agnelli masih ingin mempertahankanya.

Fans Juventus jelas geram dengan situasi yang tak beres dalam klub kesayangan mereka. Ultras Juventus juga turut mengecam kapten Leonardo Bonucci yang dianggap tak becus memimpin tim.

Bonucci setelah laga kontra Monza sudah menghampiri tribune dimana Ultras Juventus berada untuk meminta maaf. Hal ini justru menyulut kemarahan Ultras. Mereka menilai petinggi Juventus menjadikan pemain sebagai tameng atas kegagalan tim.

"Kami dihadapkan dengan hal-hal yang tidak kami mengerti dan jika ada yang kami anggap menggelikan dan gila. Ini dipikirkan oleh seseorang yang menganggap dirinya meninggalkan posisinya, tetapi bertindak selayaknya tumbal," bunyi pernyataan Ultras Juventus dikutip dari Football Italia.

"Bonucci tidak pernah menjadi pemimpin dan tidak akan pernah: tidak di Treviso, atau Pisa, atau Bari, atau Milan dan tentu saja tidak di Juventus..."

"Pada saat kebingungan ini terjadi di dalam dan di luar lapangan, ada kekacauan total. Siapa pun yang merasa seperti itu menyatakan diri sebagai ahli, pemimpin, kepala atau figur yang bertanggung jawab tanpa memiliki kharisma atau pengakuan dari orang-orang yang telah di sini selama bertahun-tahun."

"Jika ada hierarki, ada alasan untuk itu. Prajurit yang baik belum tentu menjadi jenderal yang baik," jelasnya.

(pur/krs)