ADVERTISEMENT

Tato Sepakbola Terakhir Mourinho

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 23 Sep 2022 10:20 WIB
Jose Mourinho of AS Roma keeps the ball during the Serie A match between AS Roma and Atalanta BC at Stadio Olimpico, Rome, Italy on 18 September 2022.  (Photo by Giuseppe Maffia/NurPhoto via Getty Images)
Jose Mourinho tak akan memuat tato sepakbola lagi. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Keberhasilan membawa AS Roma juara UEFA Conference League begitu spesial buat Jose Mourinho. Ia menandainya dengan sebuah tato, tato sepakbola terakhirnya.

Jose Mourinho membawa Roma menjuarai UEFA Conference League edisi pertama pada musim 2021/2022 lalu. Giallorossi mengalahkan Feyenoord pada final dengan skor 1-0 berkat gol Nicolo Zaniolo.

Titel UEFA Conference League boleh jadi dianggap minor di kancah sepakbola Eropa. Tapi buat Roma itu adalah titel yang amat spesial, sebab gelar ini mengakhiri penantian trofi sejak 2008 dan menjadi pencapaian pertama mereka di Eropa dalam 61 tahun.

Sama spesialnya juga buat Jose Mourinho, titel tersebut. Gelar Roma itu memastikannya menjadi pelatih pertama yang mengawinkan tiga trofi Eropa: Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.

Tapi lebih dari sekadar pencapaian personal, Mourinho tahu bahwa gelar ini sangat berarti untuk publik dan penggemar Roma. Pria Portugal itu sampai menangis selepas peluit panjang partai final di Arena Kombetare, Tirana berbunyi.

Ia membandingkan situasinya ketika membawa Inter Milan juara Liga Champions, lalu menceritakan soal tato sepakbolanya. Tato sepakbola terakhir yang dipicu dan ditutup oleh AS Roma.

"Itu sungguh tak terlupakan. Ketika kami dulu juara Liga Champions dengan Inter, saya enggak pergi ke kota Milan lagi karena saya ingin gabung Real Madrid dan merasa kalau saya kembali ke sana, saya enggak akan bisa pergi lagi," kata Jose Mourinho kepada Esquire Italia dikutip Football Italia.

"Kali ini situasinya berbeda, saya memang ingin bertahan di Roma dan lanjut dengan klub ini. Pada momen-momen itu, Anda menyadari bahwa Anda tak juara untuk diri Anda sendiri, itu bukan sekadar kesenangan personal."

"Orang-orang di sekitar klub adalah segalanya, mereka menunjukkan apa yang sudah Anda raih dan membuat Anda merasa menjadi bagian dari keluarga yang sangat spesial. Saya sudah menjanjikan tato ini ke semua orang, sebuah tato yang cuma bisa dimiliki saya: seluruh tiga trofi Eropa dimenangi."

"Saya bisa mendapatkan tato lainnya kalau anak-anak saya punya anak, itu akan jadi cara spesial untuk merayakannya. Tapi enggak ada lagi tato terkait sepakbola," imbuh pria 59 tahun tersebut.

(raw/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT