Vidal Dikartu Merah Usai Protes karena Merasa Dilanggar, Padahal...

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Kamis, 26 Nov 2020 16:40 WIB
English referee Anthony Taylor (L) shows a red card to Inter Milans Chilean midfielder Arturo Vidal (2ndR) during the UEFA Champions League Group B football match Inter Milan vs Real Madrid on November 25, 2020 at the Giuseppe-Meazza (San Siro) stadium in Milan. (Photo by MIGUEL MEDINA / AFP)
Gelandang Inter Milan Arturo Vidal protes berlebihan kepada wasit sehingga dikartu merah dalam kekalahan dari Real Madrid 0-2. Foto: AFP/MIGUEL MEDINA
Milan -

Gelandang Inter Milan Arturo Vidal diusir wasit karena protes berlebihan dalam kekalahan dari Real Madrid dengan skor 0-2. Namun, apa protes Vidal sudah tepat?

Insiden tersebut terjadi di matchday keempat Liga Champions, yang digelar di Giuseppe Meazza, Kamis (25/11/2020) dinihari WIB. Inter sudah tertinggal 0-1 di menit ketujuh usai Eden Hazard mengonversi hadiah penalti menjadi gol.

Di saat harus mencetak gol penyama, Nerazzurri justru harus bermain dengan 10 orang. Vidal mendapatkan dua kartu kuning (kartu merah) dalam waktu singkat akibat protes berlebihan kepada wasit Anthony Taylor.

Penyebabnya, Vidal merasa dilanggar oleh bek tengah Madrid Raphael Varane di kotak penalti. Namun, wasit tidak memberikan hadiah penalti kepada Inter sehingga Vidal pun gusar. Eks pemain Juventus itu terus protes terhadap keputusan itu sehingga mesti dikeluarkan dari permainan.

Lantas apakah protes Arturo Vidal sudah benar? Dalam potongan video di media sosial memperlihatkan Vidal tersungkur usai tendangannya mengenai tanah lapangan saat dibayangi Luka Modric dan Varane. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kamera yang berbeda, tampak ada kontak Varane pada bola sebelum Vidal melakukan tendangan itu.

Real Madrid berhasil memanfaatkan situasi ini. Unggul jumlah pemain, Madrid mencetak gol kedua setelah turun minum setelah sepakan Rodrygo membentur Achraf Hakimi untuk bersarang di sudut atas gawang Inter.

Kekalahan itu membuat peluang lolos Inter Milan ke babak 16 besar semakin tipis. Inter belum sekali pun menang di empat laga pertamanya sehingga terpuruk di peringkat terbawah Grup B dengan dua poin, terpaut lima poin dari Madrid (2) dan enam poin dari Borussia Moenchengladbach (1).

"Ketika kami bermain dengan 10 orang, pertandingan semakin sulit untuk kami. Kami sudah memberi segalanya tapi Real mampu menang karena kesalahan-kesalahan yang kami buat. Sekang segalanya sulit bagi kami di grup. Masih ada sedikit harapan sih, tapi situasinya sekarang sudah jelas bukan yang terbaik," ucap Handanovic usai kekalahan Inter, yang diwarnai kartu merah Arturo Vidal.

(rin/krs)