Cristiano Ronaldo di Juventus, Dipuji dan Dicaci

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 12 Mar 2021 10:50 WIB
TURIN, ITALY - MARCH 09: Cristiano Ronaldo of Juventus looks dejected after the UEFA Champions League Round of 16 match between Juventus and FC Porto at Juventus Arena on March 09, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)
Cristiano Ronaldo di Juventus, Dipuji dan Dicaci (Getty Images/Valerio Pennicino)
Turin -

Cristiano Ronaldo terus jadi andalan Juventus dengan gol-golnya. Namun cacian datang, setelah dirinya gagal membawa Juve melangkah lebih jauh di Liga Champions.

Sejak dibeli Juventus dari Real Madrid di tahun 2018 seharga Rp 2 triliun, Cristiano Ronaldo membuktikan dirinya belum habis. CR7 masih menjadi lumbung gol yanng mumpuni.

Lihat saja, musim pertamanya Ronaldo mengemas 21 gol dari 31 laga di Serie A. Musim berikutnya, naik jadi 31 gol dari 33 laga, dan sejauh musim ini sudah 20 gol dicetaknya dari 22 laga.

Belum lagi, dua titel Scudetto dan dua kali juara Piala Super Italia diraihnya. Ronaldo terus bersinar, puja-puji terus menghampirinya.

Sayangnya, Cristiano Ronaldo tak mampu membawa Juventus merebut titel Liga Champions di tiga musim yang sudah dilaluinya. Musim pertamanya Ronaldo, Juventus ditaklukkan Ajax Amsterdam pada fase perempat final, selanjutnya dihempaskan Lyon di babak 16 besar Liga Champions, dan musim ini dikandaskan Porto di 16 besar Liga Champions.

Padahal bukan rahasia lagi, Juventus merekrut Ronaldo demi membawa Si Nyonya Tua bisa melangkah sampai puncak Liga Champions. Ronaldo begitu sarat pengalaman di kompetisi paling prestisius di level antarklub Eropa itu.

Ronaldo sudah empat kali juara bersama Real Madrid dan sekali bersama Manchester United. Tak ketinggalan, pemain asal Portugal itu juga top skor sepanjang masa Liga Champions dengan 131 gol.

Apa daya, Cristiano Ronaldo juga manusia biasa yang tidak sempurna. Juventus belum bisa dibawanya meraih juara Liga Champions, yang terakhir kali dirasakan klub asal Turin itu pada tahun 1996.

Juventus' Cristiano Ronaldo reacts after failing to score during the Champions League, round of 16, second leg, soccer match between Juventus and Porto in Turin, Italy, Tuesday, March 9, 2021. (AP Photo/Luca Bruno)Cristiano Ronaldo gagal membawa Juventus berbicara banyak di Liga Champions (AP/Luca Bruno)

Malah musim ini, kegagalan Juventus di Liga Champions menyeret nama Cristiano Ronaldo. Bukan hanya gagal memaksimalkan peluang, Ronaldo dituding jadi biang kerok gawang Juventus kebobolan.

Di masa perpanjangan waktu, Porto mendapat gol lagi lewat tendangan bebas. Sergio Oliveira bisa melepaskan tendangan bebas, bolanya melewati kolong kaki Cristiano Ronaldo, dan meluncur masuk ke gawang Wojciech Szczesny.

Ronaldo kena damprat. Eks pelatih Juventus, Fabio Capello menilai Ronaldo melakukan blunder yang tidak bisa dimaafkan. Sebab, bola melewati kolong kakinya Ronaldo karena dia tidak berani menghadang bola dan membalikkan badan.

"Siapa pun yang menjadi pagar betis tidak boleh takut digebok. Itu adalah kesalahan yang tak termaafkan dan tidak ada alasan buat menyangkalnya," ujar Fabio Capello seperti dilansir dari Marca.




Eks Presiden Juventus, Giovanni Cobolli juga ikut angka bicara. Menurutnya, Cristiano Ronaldo dijual saja mengingat kontrak CR7 bakal habis di tahun 2022.

"Mendatangkan Cristiano Ronaldo adalah kesalahan besar. Saya sudah mengatakan ini sejak hari pertama dia datang," kata Cobolli seperti dilansir Mundo Deportivo.

"Memang sih dia pemain hebat dan seorang juara, tapi harganya terlalu mahal. Sekarang semuanya ada di tangan Juventus yang membayarnya jutaan euro untuk setiap gol yang dia cetak," ujarnya.

(aff/krs)