Inter Mau Gahar di Liga Champions? Ini Saran dari Legenda

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 07 Apr 2021 08:20 WIB
MILAN, ITALY - FEBRUARY 14: Lautaro Martinez of FC Internazionale celebrates with team mates and Antonio Conte, Head Coach of FC Internazionale after scoring their sides third goal during the Serie A match between FC Internazionale  and SS Lazio at Stadio Giuseppe Meazza on February 14, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Inter Milan tangguh di Serie A, melempem di Liga Champions musim ini. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

Inter Milan tangguh di Serie A musim ini, tapi melempem di Liga Champions. Legenda Inter Giuseppe Bergomi melihat tiga aspek yang perlu diperbaiki.

Inter Milan kukuh di puncak klasemen Liga Italia hingga 28 laga berlalu. Nerazzurri mengoleksi 68 poin dari 28 laga, delapan poin dari AC Milan di posisi dua yang bahkan sudah memainkan 29 pertandingan.

Lain kompetisi, lain pula penampilan Inter. Skuad besutan Antonio Conte itu tak berdaya di Liga Champions dan tersingkir sebagai juru kunci di fase grup.

Inter menyelesaikan Grup B di belakang Real Madrid, Borussia Moenchengladbach, dan Shakhtar Donetsk. Agar tim lebih kompetitif, legenda Inter Giuseppe Bergomi menyarankan tiga titik untuk diperkuat.

"Dengan Antonio Conte, Anda tak bisa benar-benar lepas dari formasi 3-5-2, dan kalau klub ingin berinvestasi demi lebih kompetitif di Eropa, rasanya ada tiga peran yang perlu disesuaikan. Mungkin lebih baik bicara soal tipe pemain yang dibutuhkan," ungkapnya kepada La Gazzetta dello Sport.

"Misalnya, seorang bek cepat yang bisa membuat tim menekan lebih jauh ke depan dan mengambil risiko sedikit lebih banyak, tanpa dipaksa bertahan begitu dalam. Mereka juga butuh pemain kidal di sayap kiri."

"Ivan Perisic bekerja dengan bagus, Ashley Young kurang lebih bisa diandalkan, tapi mereka butuh kualitas lebih di sana. Dan terakhir: gelandang yang menyumbang 6-8 gol per musim. Di era saya, peran itu diemban Lothar Mattahaeus, kalau sekarang ya seperti Goretzka," imbuhnya.

Bergomi betul-betul menyarankan Inter serius mengejar Leon Goretzka, alih-alih N'Golo Kante yang sempat dikaitkan. Kante adalah mantan anak buah Antonio Conte di Chelsea dan itu memicu rumor yang sempat beredar.

"Saya rasa Inter harus lebih fokus ke Goretzka alih-alih Kante, sudah tidak perlu lagi memantau pemain sepertinya (Kante). Saya sadar Christian Eriksen ada di posisi itu, tapi demi naik kelas di Eropa Anda butuh hal lain di area tersebut," sambung Bergomi.

[Gambas:Opta]

(raw/pur)