Solskjaer: Trofi Bisa Menjadi Katalis buat MU

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Sabtu, 17 Apr 2021 10:20 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 11: Fred of Manchester United celebrates with Paul Pogba, Bruno Fernandes and Scott McTominay after scoring their teams first goal during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Manchester United at Tottenham Hotspur Stadium on April 11, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Adrian Dennis - Pool/Getty Images)
Mampukah MU mengakhiri penantian gelar pertama bersama Ole Gunnar Solskjaer. (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Manchester United masih mencari titel pertama di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Berkali-kali mentok, titel pertama diyakini akan jadi momentum sukses besar.

Manchester United belum meraih trofi di bawah Solskjaer. Manajer asal Norwegia itu mengambil alih posisi dari Jose Mourinho pada Desember 2018 dan sejauh ini selalu mentok di semifinal.

Musim lalu MU mencapai tiga semifinal: Piala Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Europa. 'Setan Merah' terhenti di empat besar pada ketiga-tiganya.

Musim ini? Kutukan semifinal sudah berlanjut di Piala Liga Inggris usai dihentikan Manchester City. MU masih punya satu kesempatan lagi di Liga Europa, di mana mereka akan menghadapi AS Roma dalam dua leg. Sementara di Liga Inggris, kans mengejar Man City secara realistis berat kendati memungkinkan secara matematis.

MU sendiri terakhir kali juara pada 2017 silam di bawah arahan Jose Mourinho. Ole Gunnar Solskjaer meyakini MU cuma butuh mencicipi satu titel untuk menghadirkan sukses besar ke depannya.

"Terkadang rasa dari kemenangan pertama itu adalah katalis untuk sesuatu yang lebih baik ke depannya. Itulah yang kami kejar," ungkapnya kepada Sky Sports.

"Kami memahami situasinya, tak akan mudah di Liga Europa untuk juara. Masih ada tiga tim yang sangat bagus tersisa di sana. Kami pertama-tama harus bermain baik untuk mencapai final lalu menang untuk ke partai puncak," kata mantan penyerang Manchester United ini.

(raw/pur)