European Super League Belum Mulai, Dua Tim Ini Mau Cabut

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 22:30 WIB
A selection of scarves of the English soccer Premier League teams who are reported to be part of a proposed European Super League, laid out and photographed, in London, Monday, April 19, 2021.  The 12 European clubs planning to start a breakaway Super League have told the leaders of FIFA and UEFA that they have begun legal action aimed at fending off threats to block the competition. (AP Photo/Alastair Grant)
Dua tim kabarnya masih ragu bergabung dengan European Super League. (Foto: AP/Alastair Grant)
London -

Ada drama terbaru dari European Super League. Dua tim kabarnya masih ragu untuk bergabung dengan para elite Eropa. Siapa mereka?

Sebanyak 12 tim sudah mendeklarasikan sebagai pendiri European Super League. Mereka adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Manchester United, Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Arsenal, Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

Kompetisi itu pada akhirnya menuai kecaman banyak pihak. Ke-12 klub dinilai membuat kompetisi eksklusif, cuma mengejar uang, dan mengabaikan suara suporter.

Ada drama terbaru dari ribut-ribut European Super League. Dua tim pendiri kabarnya ragu untuk bergabung.

Menurut Guardian, dua tim itu adalah Chelsea dan Manchester City. Hal itu berdasarkan pengakuan pejabat klub lain, yang didekati untuk diajak bergabung dengan European Super League.

Guardian juga menyebut, ada pembahasan pada Kongres UEFA di Montreux, Selasa (20/4/2021), terkait sikap Chelsea dan Manchester City. Pembahasannya adalah kemungkinan mereka berubah haluan, dengan keluar dari European Super League.

Ada alasan mengapa Chelsea dan Manchester City ragu akan keikutsertaannya. Sebab, mereka bergabung cuma takut tertinggal dengan tim elite lainnya.

Namun, seorang sumber lain mengatakan belum ada bukti Chelsea dan Manchester City siap melakukannya. Ia cuma berharap agar banyak tim memikirkannya lagi.

Ancaman hukuman ikut European Super League sendiri sudah dilontarkan UEFA dan FIFA. Hukumannya dari diusir dari liga, dihapus gelar, hingga melarang pemainnya membela tim nasional masing-masing di kompetisi garapan UEFA/FIFA jika benar-benar nekat.

(yna/krs)