Juergen Klopp Juga Kecam Format Baru Liga Champions

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 24 Apr 2021 00:30 WIB
Liverpools manager Jurgen Klopp celebrates towards the fans after the end of the English Premier League soccer match between Liverpool and Tottenham Hotspur at Anfield in Liverpool, England, Wednesday, Dec., 16, 2020. Liverpool won the game 2-1. (Clive Brunskill/ Pool via AP)
Manajer Liverpool, Juergen Klopp. (Foto: Clive Brunskill/AP)
Liverpool -

UEFA menyiapkan format baru Liga Champions, yang membuat jadwal lebih padat. Manajer Juergen Klopp mengecam perubahan itu.

Sepakbola Eropa sempat digegerkan dengan wacana European Super League. Kompetisi itu adalah liga antarklub Eropa yang dicetuskan 12 klub raksasa; Manchester City, Manchester United, Chelsea, Arsenal, Liverpool, Tottenham Hotspur, Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, dan Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

Baru 48 jam diperkenalkan, proyek European Super League mesti ditunda karena protes. Suporter, legenda, hingga UEFA dan FIFA mengecam liga yang memisahkan diri dari federasi itu.

Alhasil, beberapa klub meninggalkan European Super League. Tak lama berselang, UEFA menyodorkan 'solusi' atas permasalahan klub.

UEFA akan merombak Liga Champions pada musim 2024. Jika sebelumnya Liga Champions diikuti 32 tim, nanti akan jadi 36 tim.

Formatnya juga bukan lagi diawali dari fase grup, melainkan sistem klasemen. Sebanyak 36 tim akan memainkan 10 pertandingan melawan 10 tim berbeda, dengan masing-masing 5 laga kandang-tandang.

Setelahnya, delapan tim teratas akan lolos ke babak gugur. Sementara peringkat 9-24 akan bersaing dalam pertandingan dua leg, guna melengkapi fase knock out. Setelahnya, pertandingan digelar seperti biasa, dari babak 16 besar sampai final.

Tak cuma Liga Champions, UEFA juga akan merombak Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa dengan gaya Swiss Model.

Format baru Liga Champions itu kemudian dikecam. Sebab, para pemain bakal makin diperas untuk bertanding di banyak laga.

"Semua orang tahu pendapat saya tentang lebih banyak pertandingan," kata Juergen Klopp, dilansir Independent.

"Ya, Liga Super tidak lagi dibahas, bagus, sangat bagus. Namun, Liga Champions baru tidak terlalu bagus.

"UEFA menunjukkan ide itu kepada saya dan saya bilang tidak menyukainya, 10 pertandingan, bukan enam. Tidak tahu di mana harus menaruhnya," jelasnya.

Sebelumnya Juergen Klopp sudah menentang gelaran European Super League. Menurutnya, ajang itu akan membosankan sebab mempertemukan tim yang itu-itu saja.

(yna/rin)