ADVERTISEMENT

'Alexis Sanchez Juga Bodoh, Sih...'

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 09 Mar 2022 18:00 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - MARCH 08: Referee Antonio Mateu Lahoz sends off Alexis Sanchez of Inter Milan as Ivan Perisic reacts during the UEFA Champions League Round Of Sixteen Leg Two match between Liverpool FC and FC Internazionale at Anfield on March 08, 2022 in Liverpool, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Alexis Sanchez dikartu merah wasit d laga Liverpool vs Inter Milan. (Foto: Michael Regan/Getty Images)
London -

Kartu Merah Alexis Sanchez dinilai menjadi salah satu penyebab kesulitan Inter Milan melawan Liverpool. Winger asal Chile itu disebut bodoh.

Inter melawan Liverpool di Stadion Anfield, Rabu (9/3/2022) dini hari WIB, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Laga berjalan ketat.

Inter bisa unggul 1-0 pada menit ke-61 lewat gol Lautaro Martinez. Setelahnya, Nerazzurri berusaha mengejar gol lagi untuk menyamakan agregat.

Namun, momentum Inter menekan Liverpool sirna akibat kartu merah Sanchez. Eks Udinese, Barcelona, dan Arsenal itu diusir wasit akibat menelan dua kartu kuning.

Penyebabnya, Sanchez menekel Fabinho dalam situasi perebutan bola. Pelanggaran tak perlu itu akhirnya membuat Inter kesulitan dan akhirnya tetap menang 1-0. Liverpool tetap unggul agregat 2-1 dan lolos ke perempatfinal.

Usai laga, Sanchez dinilai bodoh karena membuat pelanggaran tak perlu yang justru menyulitkan Inter. Sebab, tekelnya sebenarnya bisa dihindari.

"Dia memenangkan bola. Anda tidak bisa mengatakan kepada saya bahwa dia tidak boleh mencoba dan memenangkan bola itu, lihat seberapa rendah kakinya. Dia membawa kakinya pergi, dalam gerakan lambat seperti itu membuatnya terlihat lebih buruk dari itu," kata Rio FErdinand, pundit di BT Sport.

"Dia sebenarnya akan memenangkan bola. Dia bodoh karena memberi wasit kesempatan membuat keputusan, tapi itu keras. Ya, itu pelanggaran, tapi saya tidak yakin itu harus diberi kartu kuning," katanya.

Selain Ferdinand, Martinez sendiri menyayangkan momentum Inter hilang karena diusirnya Sanchez. Ia menilai hal seperti itu membuat perbedaan.

"Kami melakukan apa yang kami inginkan, kami menunjukkan karakter, keinginan untuk lolos," kata striker Argentina itu.

"Ketika kami memimpin di arena yang sulit dengan antusiasme yang begitu besar, sayang sekali kami harus bermain dengan 10 orang, karena ini adalah hal-hal yang dapat membuat perbedaan."

"Kami harus segera membuka halaman baru dan mencoba melihat ke depan. Kami tersingkir dari Liga Champions, kami memiliki Coppa Italia, kami memiliki Serie A dan harus berusaha melakukan yang terbaik, belajar dari kesalahan ini dan mencoba untuk terus berkembang," katanya.

(yna/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT