Ketika Villarreal Jadi Korban 'PHP' Liverpool

ADVERTISEMENT

Ketika Villarreal Jadi Korban 'PHP' Liverpool

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 04 Mei 2022 13:30 WIB
Villarreals Francis Coquelin celebrates after scoring his sides second goal during the Champions League semi final, second leg soccer match between Villarreal and Liverpool at the Ceramica stadium in Villarreal, Spain, Tuesday, May 3, 2022. (AP Photo/Alberto Saiz)
Villarreal diberi harapan palsu oleh Liverpool (AP/Alberto Saiz)
Villarreal -

Villarreal seperti mendapat asa di babak pertama kontra Liverpool ketika unggul 2-0. Tapi, harapan itu dibuat sirna oleh The Reds dan Kapal Selam Kuning pun tenggelam.

Tertinggal 0-2 dari leg pertama, Villarreal punya beban berat saat menjamu Liverpool di leg kedua semifinal Liga Champions yang dihelat di Ceramica Stadium, Rabu (4/5/2022) dini hari WIB.

Villarreal kemudian unggul cepat di menit ketiga lewat Boulaye Dia dan setelahnya menekan habis Liverpool. Tim tamu bahkan tidak punya tembakan ke gawang sama sekali sepanjang babak pertama.

Villarreal bahkan menggandakan skor 2-0 di menit ke-40 lewat gol Francis Coquelin yang membuat agregat sama 2-2. Villarreal menuju ruang ganti dengan kepercayaan diri tinggi.

Mereka menguasai 51 persen ball possesion dan membuat lima attempts, dengan dua jadi gol. Villarreal lebih agresif dengan memenangi 15 kali duel udara.

Tapi, memasuki babak kedua, Villarreal malah jeblok dan angin mengarah ke Liverpool. Fabinho mencetak gol di menit ke-60 yang mengembalikan keunggulan agregat Liverpool sebelum Luis Diaz dan Sadio Mane membuat skor jadi 3-2.

Villarreal jadi tertinggal 2-5 dan tak kuasa mengejar defisit tiga gol sehingga harus tersingkir. Pelatih Unai Emery harus mengakui keunggulan Liverpool dari sisi mental dan kualitas pemain.

Padahal Emery sempat berharap Villarreal bisa menciptakan keajaiban saat unggul dua gol di babak pertama. Namun, Liverpool malah memberikan pukulan balik telak untuk Villarreal.

"Pada babak pertama kami tampil sesuai rencana dan menciptakan skenario paling realistis untuk kami. Tapi kami akhirnya masih butuh sedikit usaha lagi. Faktanya memang kami harus tampil sempurna - khususnya dalam bertahan," ujar Emery di situs resmi UEFA.

"Kami tampil luar biasa di babak pertama. Penampilan yang memberikan kami harapan. Kami harusnya bisa lebih cepat mengalirkan bola, kami harus mengontrol permainan. Tapi pada babak kedua, kami tidak mampu merespons penampilan Liverpool yang impresif," sambungnya.

(mrp/mrp)