ADVERTISEMENT

Dear Salah, Balas Dendam Itu Memang Tidak Baik...

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Minggu, 29 Mei 2022 07:15 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 28: Mohamed Salah of Liverpool FC reacts after the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France in Saint-Denis, north of Paris, France on May 28, 2022. (Photo by Mustafa Yalcin/Anadolu Agency via Getty Images)
Balas dendam itu tak baik, Mo Salah (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Paris -

Mohamed Salah punya ambisi membalas hasil final Liga Champions 2018 saat bertemu Real Madrid. Apa daya, Salah lagi-lagi jadi pecundang.

Pada final di Kiev empat tahun lalu, Salah sebenarnya lagi on fire karena mampu membuat 44 gol sepanjang musim. Tapi, final tersebut berakhir tragis untuknya.

Salah cuma bermain setengah jam karena cedera bahu usai berduel dengan Sergio Ramos. Liverpool pun menelan kekalahan 1-3 karena dua blunder Loris Karius.

Kekalahan itu tentu membekas di benak Salah yang harus menunggu empat tahun lagi untuk bertemu Madrid lagi di partai puncak. Kedua raksasa itu bertemu di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dinihari WIB.

Ini jadi momen tepat untuk Salah membalas kekalahan tersebut mengingat Liverpool lagi dalam tren positif musim ini. Mereka sudah meraih dua gelar juara di ajang domestik Carabao Cup dan Piala FA.

"Saya sangat bersemangat, saya bilang sebelumnya, saya ingin bermain melawan Madrid di final. Kami kalah di final [2018]. Itu adalah hari yang menyedihkan bagi kami semua, dan saya pikir ini waktunya balas dendam" kata Salah, usai memastikan tiket Final Liga Champions.

Komentar Salah itu lantas mendapat cibiran balik dari dua penggawa Madrid, Karim Benzema dan Dani Carvajal. Keduanya kompak menyentil Salah yang over pede dengan pernyataan balas dendamnya.

"Mungkin mereka pikir mereka sudah memenangkan pertandingan. Mungkin mereka pikir ini bukan Real Madrid seperti sebelumnya, sehingga berpikir mereka favorit. Mohamed Salah bisa mengatakan apa pun yang dia mau," papar Benzema.

"Mudah-mudahan itu tidak akan menjadi sebuah beban yang besar untuk Salah jika menderita kekalahan kedua di final Liga Champions melawan Real Madrid," celetuk Carvajal.

Ucapan Benzema dan Carvajal itu malah yang terbukti kebenarannya. Salah dan Liverpool kembali takluk dari Madrid, kali ini dengan skor 0-1 lewat gol Vinicius Junior.

Salah bermain 90 menit dan melepaskan enam attempts on target tapi tak satupun jadi gol. Mohamed Salah pun tertunduk lesu dan mungkin dia baru mengingat ajaran agama Islam yang dianutnya, bahwa balas dendam itu tidak baik.

Saksikan Juga Sosok Minggu Ini: Ratnawati Sutedjo, Berdayakan Karya Disabilitas di Precious One

[Gambas:Video 20detik]



(mrp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT