detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 20 Mei 2018 16:37 WIB

NPC Belum Bisa Belanja Alat, Gatot Semprit Deputi IV Kemenpora

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mohammad Ayudha/Antara Foto: Mohammad Ayudha/Antara
Jakarta - Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, merespons keluhan National Paralympic Committe (NPC) yang kesulitan mencairkan dana peralatan. Dia minta Deputi IV Kemenpora segera menanganinya.

Asian Para Games (APG) 2018 bergulir lima bulan lagi. Tapi, sampai kini peralatan latihan dan tanding atlet difabel belum bisa dibelanjakan karena terkendala petunjuk teknis.

Baca Juga: Kemenpora Lambat Berikan Petunjuk Teknis Pencairan Dana, NPC Tak Bisa Belanja

"Juknis itu sebenarnya yang mengeluarkan bukan Sesmenpora, melainkan masing-masing deputi. Dan sepengetahuan saya, Deputi IV telah mengeluarkan Juknis tentang pengadaan barang dan jasa tersebut. Maka itu, saya harus memastikan lagi ada persoalan dimana," tutur Gatot.

NPC telah menerima dana pelatnas Asian Para Games sebesar Rp 84 miliar, 70 persen dari Rp 120 miliar. Dana sebesar Rp 18 miliar diproyeksikan untuk pembelian peralatan latihan dan tanding.

Tapi, NPC belum dapat menggunakan dana itu karena belum ada pedomannya, seperti cara pembelanjaan, pembuatan laporan, hingga limit pasti penggunaan dana jika menggunakan lelang atau tidak.

Baca Juga: Gabung Kepanitiaan Asian Para Games, Tina Talisa Langsung Turut Promosi

Kebutuhan dana itu makin mednesak karena SPG juga kian dekat. APG bergulir 8 sampai 16 Oktober di Jakarta.

Gatot juga tidak ingin berspekulasi terkait ada yang miss antara NPC dengan deputinya. Namun, dia memastikan hal itu bakal segera beres dalam waktu dekat.

"Bisa di-push. Cuma yang jadi persoalan peralatan barang itu ada dua, yaitu latih dan tanding. Jika semakin lama terlambatnya maka akan mengganggu proses latihannya. Sementara untuk tanding, ya tanding masih Oktober. Tapi yang paling penting saat latihnya. Jujur saya akui jika aman-aman saja. Ternyata tidak," dia mengungkapkan.

"Ada yang tidak terkoordinasi dengan baik? Saya tidak tahu. Saya akan tanya kepada Bapak Deputi. Jika ternyata ada kendala, kami dari tim hukum membantu untuk mengubah juknisnya yang membantu untuk Bapak Senny (ketua NPC) bergerak," tuturnya terkait langkah yang dilakukan.

Di lain sisi, Senny menjelaskan dari Rp 18 miliar yang digelontorkan untuk pembelian peralatan, barang yang paling krusial adalah kursi roda. Sebab, harus impor dari Korea atau Jepang. Sekitar 28 kursi roda yang dibutuhkan dan diprediksi akan menghabiskan biaya Rp 14 miliar.

Adapun kursi roda tersebut untuk cabang tenis meja, atletik, basket, anggar, dan tenis lapangan. "Sampai saat ini kami masih menggunakan alat lma," ujar Senny, terpisah.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed