detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 24 Jul 2018 18:20 WIB

Alarm di 25 Hari Menuju Asian Games 2018

Femi Diah - detikSport
Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Asian Games 2018 digelar 25 hari lagi. Sebuah alarm dinyalakan untuk kerja ekstra di sisa waktu menuju pesta olahraga negara-negara Asia.

Asian Games 2018 ini spesial bagi Indonesia. Kali ini, kontingen Merah Putih tampil sebagai tuan rumah.

Status tuan rumah didapatkan setelah Vietnam mengundurkan diri pada 2014. Sah, untuk kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Seperti buah simalakama, keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 terkabul setelah smepat digagalkan Vietnam. Tapi di sisi lain, Indonesia juga harus kerja bak Bandung Bondowoso dalam menyiapkan sarana dan prasarana Asian Games 2018.

Kendati mendapatkan kesempatan kedua, pengalaman pertama sudah cukup lama, yakni pada 1962. Waktu itu, Asian Games menjadi salah satu pekerjaan mercu suar Presiden Soekarno di Senayan. Membangun kompleks olahraga terluas di Indonesia dan paling modern.

Dari sisi prestasi, Indonesia juga wajib bekerja ekstra keras. Sebab, berkaca hasil di Asian Games 2014, Indonesia berada pada peringkat ke-17 dengan empat medali emas.



4 Venue Belum Beres

Pesiapan venue dan prasarana pendukung, Jakarta dan Palembang, menjadi tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan daerah sudah menunjukkan kemajuan besar. PPKGBK telah merenovasi kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Pemprov DKI Jakarta juga telah ngebut untuk merampungkan velodrome di Rawamangun dan Wisma Atlet di Kemayoran.

Panitia pelaksana di tangan INASGOC, yang dipimpin ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sekaligus Presiden Inter Milan, Erick Thohir. Sempat ditegur promosi minim, INASGOC mengejar sosialisasi Asian Games di waktu tersisa.

Tapi, rupanya, detail pekerjaan, utamanya menyangkut venue, belum tuntas. Empat venue di Jakarta belum rampung.

Direktur venue INASGOC, Arlan Lukman, menyebut tiga venue yang masih dalam taraf penyelesaian adalah layar, jetski, dan bisbol. Dalam prosesnya, Ombudsman menyebut GOR Bulungan, yang akan digunakan sebagai venue voli indoor, menjadi venue paling tak siap di antara venue-venue Asian Games 2018.




GOR Bulungan tak memenuhi standar kapasitas penonton minimal Asian Games 2018. Yakni, 2.000 orang.

INASGOC relaks dengan situasi itu. Renovasi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Pemiliknya pemprov DKI, kami pengguna. Enggak susah menambah tempat duduk kalau ada space-nya. Mudah-mudahan yang kami lakukan bisa memenuhi syarat dari FIVB dan OCA," kata Nasir Gurnansyah, wakil direktur venue INASGOC,

Ombudsman mulai khawatir dengan lambatnya kerja INASGOC, Pemprov DKI, Pusat Pengelolaan Gelora Bung Karno (PPKGBK), dan pengelola Jakabaring Sport Center (JSC).

"Maladministrasi belum muncul karena kami melakukan survei sebelum event berjalan. Ini menjadi sebuah wake up call," kata anggota Ombudsman, Adrianus Eliasta Meliala, usai melaporkan hasil survey kesiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 kepada INASGOC, PPKGBK, dan pengelola JSC.

Dalam survei itu, selain kesiapan venue, Ombudsman menyebut INASGOC masih memiliki pekerjaan rumah cukup besar untuk menyediakan fasilitas bagi pengunjung, atlet, ofisial, dan penonton difabel. Juga ruang ibadah yang nyaman dan aman bagi tiga komponen tersebut.





(fem/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com