detiksport
Follow detikSport
Senin, 17 Sep 2018 20:45 WIB

Bulutangkis Target Empat Emas di Asian Para Games

Mercy Raya - detikSport
Atlet bulutangkis ke Asian Para Games 2018 saat ditengok Presiden Jokowi.  (Bayu Ardi Isnanto/detikSport) Atlet bulutangkis ke Asian Para Games 2018 saat ditengok Presiden Jokowi. (Bayu Ardi Isnanto/detikSport)
Solo - Atlet disabilitas bulutangkis mematok target empat medali emas di Asian Para Games 2018. Mereka mengandalkan nomor beregu standing putra, ganda putra upper dan lower, dan ganda campuran upper lower.

Indonesia menurunkan 22 atlet bulutangkis di pesta olahraga atlet-atlet disabilitas yang berlangsung 6-13 Oktober 2018 di Jakarta. Mereka akan turun sesuai spesialisasinya masing-masing. Yakni, pada enam klasifikasi; stature short (SS 6), lima atlet SL4 (standing lower), 4 atlet SL3, lima atlet dengan klasifikasi SU 5 (standing upper) , dan tiga atlet dengan klasifikasi wheelchair 1, serta tiga atlet yang turun di whelchair 2.

Modal bagus dimiliki atlet disabilitas bulutangkis menuju Asian Para Games di Jakarta. Mereka mengoleksi empat medali emas dari tunggal putra SL 4, SL3, ganda campuran SL3,4, dan ganda putra SL3,4 dari Asian Para Games di Incheon empat tahun lalu. Mereka pun bertekad untuk minimal mengulangnya.

Selain itu, tiga uji coba dari turnamen single event di Dubai, Irlandia, dan Thailand, bulutangkis Indonesia juara umum.




"Meskipun ketiga kejuaraan tidak diikuti semua peserta Asian Para Games (APG), tapi paling tidak bisa menjadi tolok ukur. Misalnya di Thailand delapan emas, paling tidak kita bisa mendapat empat atau lima emas. Misalnya Irlandia itu mendapat delapan emas, tapi tidak semua negara mengikutinya," kata pelatih nasional para bulutangkis, M. Nurrochman, saat dihubungi pewarta pada Senin (17/9/2018).

"Saya juga sudah mengetahui peta kekuatan saat ini. Misalnya Jepang dan China itu kuat putrinya yang kelas tangan. Sementara India itu kuat di kelas kaki putra. Sementara Malaysia itu juga kelas tangan putra. Tapi, Indonesia itu kekuatannya hampir semua merata. Hanya whellchair saja yang kurang. Tapi yang standing itu cukup bagus Indonesia," dia menambahkan.

Peralatan Baru Belum Bisa Digunakan

Meski sudah mengetahui peta kekuatan lawan, namun tetap saja ada hal yang mengganjal. Khususnya kursi roda tanding yang belum bisa digunakan..

"Sudah di Solo, tapi belum disampaikan ke atlet. Tapi tidak menjadi masalah. Kebetulan saya juga belum ke kantor. Sebab, saya juga masih sibuk di Jakarta sebagai manajer pertandingan," katanya.

"Dari pihak sport, juga mengupayakan agar atlet Indonesia bisa lebih dulu latihan di Istora. Tapi ini kan proses. Atlet rencana ke Jakarta itu tanggal 1 Oktober. Tapi kami berharap sebelum tanggal itu sudah di Jakarta karena ini berkaitan dengan orang banyak. Bagian venue, peralatan, dan sport. Kami akan upayakan bisa masuk lebih awal," ujar dia.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed