detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 13 Nov 2020 18:20 WIB

Pelatih Evaluasi Penampilan Lifter Putri RI di Kejuaraan Dunia

Mercy Raya - detikSport
Angkat besi Ilustrasi lifter Putri. (detikFOTO/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Dirdja Wihardja, pelatih kepala angkat besi, memberikan evaluasinya menyusul hasil dua lifter putri yang gagal meraih medali di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja 2020.

Indonesia menurunkan empat wakilnya di IWF Online Youth World Cup 2020 yang berlangsung sejak 11 hingga 18 November mendatang.

Dua wakil putri ialah Najla Khorunnisa (45 kg) dan Luluk Diana (49 kg), serta dua lifter putra Muhammad Faathir (61 kg) dan Rizki Juniansyah (73 kg).

Dari tiga nama pertama yang sudah tampil hanya Faathir yang mampu merebut dua medali emas dan perak. Setelah angkatan totalnya menjadi yang terbaik 263 kg (113 kg snatch dan 150 kg clean and jerk).

Sedangkan Najla dan Luluk harus puas berada di peringkat enam di masing-masing kelas. Najla hanya mampu mencetak total angkatan terbaik 132 kg (59 kg angkatan snatch dan 73 angkatan clean and jerk). Begitu dengan Luluk, total angkatan terbaiknya 150 kg (68 kg angkatan snatch dan 82 kg clean and jerk).

Meskipun secara perolehan medali gagal, Dirdja mengatakan tetap puas dengan hasil angkatan dua lifter putrinya tersebut. Apalagi kejuaraan tingkat dunia ini merupakan yang pertama bagi mereka.

"Menurut saya terutama yang putri karena baru pertama kali tampil di kejuaraan dunia ini. Kami lebih mengevaluasi mental mereka, demam panggung atau tidak, bertanding malam dan online seperti apa?," kata Dirdja kepada detikSport, Jumat (13/11/2020).

"Soalnya kalau melihat dari lawan-lawan yang mereka hadapi itu cukup punya jam terbang. Jadi harapannya kalau ada pertandingan seperti ini lagi menyiasatinya bisa lah, supaya lebih tajam dan detail lagi. Tapi ini lumayan lah, dengan sistem online juga," tambahnya.

Lantas bagaimana dengan penampilan Faathir?

"Kalau Faathir perlu perbaikan teknik cleannya. Kemarin kami lihat nilai tekniknya baru 75, sedangkan harapan kami masuk 85. Sebab, secara power dia sudah luar biasa cuma ke angkatannya saja yang belum sempurna," Dirdja menjelaskan.

Kondisi itu juga yang menyebabkan Faathir gagal di angkatan kedua dan ketiga clean and jerk. Ia seharusnya mengangkat 155 kg.

"Jadi jarak besi waktu dia melempar terlalu dekat dengan badannya. Kalau istilah angkat besi enggak rapat, jadi waktu angkat (besi) dipantulkan ke luar, bukan ditarik ke dalam. Makanya tidak stabil. Kami kan inginnya teknik angkatannya kena setiap saat."

Dirdja lantas berharap, perolehan medali emasnya bisa bertambah melalui Rizki. Pasalnya, ia merupakan salah satu andalan Indonesia.

Total angkatan terbaik Rizki ialah 307 kg saat tampil di Asian Junior Championship 2020. Dengan rincian 139 kg snatch dan 168 kg.

"Sejauh ini latihan dia sudah mantap setelah melihat teman-temannya tampil kemarin. Ya, dia salah satu harapan kami juga untuk meraih prestasi," sebut Dirdja.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com