detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 16 Des 2020 15:41 WIB

Pembentukan Komite Khusus Bidding Olimpiade 2032 Masih Tunggu Inpres

Mercy Raya - detikSport
TOKYO, JAPAN - JANUARY 21: The Olympic rings are seen outside the  New National Stadium in Tokyo on January 21, 2020 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Rose/Getty Images) Pembentukan Komite Khusus Bidding Olimpiade 2032 Masih Tunggu Inpres. (Foto: Photo by Clive Rose/Getty Images)
Jakarta -

Pengumuman komite khusus persiapan bidding Olimpiade 2032 menunggu payung hukum Instruksi Presiden (Inpres). Saat ini prosesnya masih pembuatan draf.

Permintaan Presiden RI Joko Widodo untuk membentuk komite khusus persiapan bidding Olimpiade 2032 sudah dinyatakan sejak 4 November lalu. Hal itu tak lepas dari keinginan Jokowi agar Indonesia menjadi tuan rumah multievent empat tahunan tersebut.

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali juga mengharapkan pembentukan komite persiapan bidding Olimpiade 2032 tersebut bisa rampung tahun ini. Tapi sudah lebih dari sebulan komite itu juga belum terbentuk. Menpora pun memberikan penjelasan seputar perkembangannya sejauh ini.

"Sedang disiapkan oleh lintas kementerian. Saya mendapatkan laporan rapat untuk pembuatan draf (Inpres) masih dilakukan," kata Amali kepada detikSport, Rabu (16/12/2020).

Menurut menteri asal Gorontalo itu, Inpres dibutuhkan sebagai payung hukum lintas kementerian dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menjalankan tugas-tugasnya.

"Jadi masih menunggu Inpresnya, harus ada dasar hukumnya seperti biasa. Di Inpres itu akan tertera nama-namanya (yang akan terlibat)," ujarnya.

Selain menunggu komite khusus, Indonesia melalui KOI juga disebut terus melakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait, seperti International Olympic Committe (IOC) dan Olympic Council of Asia (OCA).

Saat ini, terkait dengan usaha bidding Indonesia di Olimpiade 2032, KOI yang dipimpin Raja Sapta Oktohari tengah berada di Oman untuk melakukan pendekatan ke negara-negara Asia.

"Jadi saya bersama delegasi NOC akan berangkat dan ini menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Olympic Council of Asia (OCA) dan negara-negara NOC di Asia. Hal ini juga menuju komunikasi yang kami bangun karena insya Allah kami akan pergi ke headquarter IOC untuk melakukan persentase awal pada pertengahan Januari 2021. Jadi eskalasinya meningkat terus," kata Okto, beberapa waktu lalu.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com