Sebut Penjara, Atlet Olimpiade 2020 Ini Curhat soal Karantina Ketat

Lucas Aditya - Sport
Senin, 19 Jul 2021 12:05 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - June 30: A portrait of Sarah Davies, a member of the Great Britain Olympic Weightlifting team, during the Tokyo 2020 Team GB Kitting Out at NEC Arena on June 30, 2021 in Birmingham, England. (Photo by Karl Bridgeman/Getty Images for British Olympic Association)
Atlet Inggris, Sarah Davies, curhat mengenai karantina di Olimpiade Tokyo 2020 seperti penjara. ( Foto: Getty Images for British Olympic/Karl Bridgeman)
Tokyo -

Karantina ketat dilakukan untuk semua kontingen negara-negara yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020. Sampai ada curahan hati atlet terasa di penjara.

Olimpiade Tokyo 2020 berjalan di bawah ancaman virus Corona. Tokyo saat ini ada dalam kondisi darurat pandemi COVID-19.

Situs Worldometer mencatat ada 3.996 kasus baru COVID-19 di Tokyo, Minggu (18/6/2021). Standard mengabarkan ada sebanyak 10 kasus baru di lingkungan Olimpiade. Secara keseluruhan ada 25 kasus dari Olimpiade.

Sudah banyak kontingen negara-negara Olimpiade yang berangkat ke Tokyo, Indonesia termasuk di dalamnya. Bahkan, atlet bulutangkis Indonesia sudah jauh-jauh hari berangkat untuk menjalani pemusatan latihan di Kumamoto.

Atlet angkat besi Inggris, Sarah Davies, juga sudah ada di Tokyo, kini sedang menjalani masa karantina menuju Olimpiade Tokyo 2020. Dia pun berkisah mengenai hari-harinya saat menjalani masa karantina.

"Jadi kami benar-benar hanya bisa berjalan di rentang pukul 7-10 pagi, dan hanya itu waktu kami diperbolehkan untuk keluar," kata Sarah Davies seperti dikabarkan oleh Standard.

TOWNSVILLE, AUSTRALIA - DECEMBER 20: Elizabeth Cambage of the Flyers celebrates during the WNBL Grand Final match between the Southside Flyers and the Townsville Fire at the Townsville Stadium, on December 20, 2020, in Townsville, Australia. (Photo by Ian Hitchcock/Getty Images)Pebasket Australia Liz Cambage tertekan dengan Olimpiade di saat pandemi. Foto: Getty Images/Ian Hitchcock

"Sungguh, rasanya seperti kami ada di penjara. Tapi, hei, yang begitulah...Selamat datang di Olimpiade, edisi COVID," kata dia menambahkan.

Pebasket wanita Australia, Liz Cambage, merasakan tekanan psikologis yang luar biasa berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

"Tak ada keluarga. Tak ada teman. Tak ada sistem pendukung dari luar tim. Ini benar-benar menakutkan buat kami," kata Liz Cambage.

Olimpiade Tokyo 2020 akan dibuka pada 23 Juli 2021. Perhelatan ini ditutup pada 8 Agustus mendatang.

(cas/mrp)