Atlet Olimpiade: Tokyo Panasnya Gak Bercanda!

Afif Farhan - Sport
Senin, 26 Jul 2021 20:29 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 24: Novak Djokovic of Team Serbia plays a backhand during his Mens Singles First Round match against Hugo Dellien of Team Bolivia on day one of the Tokyo 2020 Olympic Games at Ariake Tennis Park on July 24, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)
Atlet Olimpiade: Tokyo Panasnya Nggak Bercanda (Getty Images)
Tokyo -

Atlet-atlet Olimpiade Tokyo 2020 mengeluhkan soal cuaca. Katanya panas banget, sehingga dapat merusak konsentrasi di lapangan!

Olimpiade Tokyo 2020 kali di digelar ketika musim panas Jepang sedang panas-panasnya. Dilansir dari BBC, rata-rata suhu di Tokyo saat ini adalah di angka 33 sampai 34 derajat Celcius.

Alhasil, beberapa atlet yang berlaga di arena outdoor merasakan betul panasnya cuaca Tokyo saat ini. Mereka dibikin kewalahan.

Salah satunya adalah petenis Novak Djokovic. Petenis nomor satu dunia itu malah menyebut panasnya Tokyo, brutal banget.

"Ini cuaca panas terburuk yang pernah saya alami," ujarnya.

"Sangat sulit berlaga di cuaca seperti ini, yang tidak ada angin dan lembab sehingga lapangan menyerap panas dengan cepat," sambungnya.

"Ini jadi tantangan tersendiri, saya senang sejauh ini bisa melewatinya," tambahnya.

TOKYO, JAPAN - JULY 24: Novak Djokovic of Team Serbia plays a backhand during his Men's Singles First Round match against Hugo Dellien of Team Bolivia on day one of the Tokyo 2020 Olympic Games at Ariake Tennis Park on July 24, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)Novak Djokovic langsung pakai handuk dingin ketika istirahat (Getty Images/Clive Brunskill)

Petenis asal Rusia, Daniil Medvedev juga sependapat dengan Djokovic. Baginya, panitia Olimpiade harus memberi waktu lebih banyak buat atlet untuk istirahat di jeda pertandingan.

"Panasnya tidak bercanda. Rasanya, mereka (panitia-red) juga tidak bisa melakukan apapun dan kami harus menerima konsekuensinya," terangnya.




Daniil Medvedev menjelaskan, tidak ada salahnya bagi seorang atlet untuk mengeluh. Namun ketika berlaga, cuaca panas bukanlah alasan untuk kalah di Olimpiade.

"Badan tidak enak rasanya di tengah cuaca panas seperti ini. Setiap kali saya harus mengambil kompres es atau handuk es, kadang sudah tidak dingin lagi," keluhnya.

"Tapi ini adalah Olimpiade. Kami datang untuk meraih medali bukan untuk menangis karena kepanasan," tegasnya.

(aff/mrp)