Tiga 'Raja' Afrika di UFC

Afif Farhan - Sport
Senin, 25 Okt 2021 20:00 WIB
UFC
Tiga 'Raja' Afrika di UFC (Getty Images)
Jakarta -

Afrika sedang berjaya di UFC. Ada tiga petarung dari Afrika yang lagi memegang sabuk juara di kelas yang berbeda-beda. Siapa berani lawan?

Ketiga petarung UFC asal Afrika yang lagi memegang sabuk juara tersebut adalah Francis Ngannou di kelas heavyweight, Israel Adesanya di kelas middleweight, dan Kamaru Usman di kelas welterweight.

FILE - In this March 2, 2019, file photo, Kamaru Usman celebrates after his win against Tyron Woodley in a welterweight mixed martial arts title fight at UFC 235 in Las Vegas. Usman and Gilbert Burns were teammates only a year ago, and their children were fast friends. After Usman's split from their gym and Burns' impressive rise in the welterweight division, they'll meet for Usman's title belt at UFC 258 this weekend. (AP Photo/John Locher, File)Kamaru Usman (AP/John Locher)

GLENDALE, ARIZONA - JUNE 12: Israel Adesanya of Nigeria reacts after his victory over Marvin Vettori of Italy in their UFC middleweight championship fight during the UFC 263 event at Gila River Arena on June 12, 2021 in Glendale, Arizona. (Photo by Jeff Bottari/Zuffa LLC)Israel Adesanya (Zuffa LLC/Jeff Bottari)
Francis NgannouFrancis Ngannou (Instagram/francisngannou)

Ketiganya merupakan tipe petarung atas, yang ahli dalam gaya boxing dan tendangan. Ketiganya pun mampu mempertahankan sabuk juara dalam beberapa tahun terakhir.

Francis Ngannou merupakan petarung asal Kamerun, Kamaru Usman dari Nigeria, dan Israel Adesanya merupakan keturunan dari Nigeria walau lahir dan besar di Selandia Baru.

Ketiganya pun bersahabat baik dan saling support satu sama lain. Diketahui, ketiganya turut aktif dalam kegiatan sosial di Afrika untuk memberantas kemiskinan dan memerangi kelaparan.

Presiden UFC, Dana White mengakui kalau petarung asal Afrika pelan-pelan mulai menjanjikan. Yang mana sebelumnya, langganan juara UFC berasal dari Amerika latin (Brasil) dan Amerika Serikat.

"Mereka menjanjikan, karena mereka punya potensi," terangnya.

"Mungkin beberapa tahun ke depan, bisa saja kami menggelar UFC di Afrika," tambahnya.

(aff/pur)