Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Match Analysis

    Liga Champions: Madrid 2-1 Sporting

    Madrid Memanfaatkan Kelengahan Sporting di Ujung Laga

    Pandit Football Indonesia - detikSport
    Foto: Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno Foto: Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno
    Jakarta - Juara Liga Champions 2015/16, Real Madrid, mengawali Liga Champions musim ini dengan kemenangan atas tamunya, Sporting Clube de Portugal (seringkali salah sebut sebagai Sporting Lisbon). Sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol Bruno César, Cristiano Ronaldo mampu membalas melalui sepakan tendangan bebas dan disusul dengan sundulan Álvaro Morata saat pertandingan memasuki injury time.

    Zinedine Zidane, manajer Real Madrid, menurunkan susunan pemain yang tidak jauh berbeda dibandingkan musim lalu saat mereka menjadi juara, kecuali Kiko Casilla di bawah mistar gawang. Dengan formasi dasar andalan Zidane, 4-3-3, Los Blancos terlihat berniat untuk menyerang dari awal.



    Gambar 1Susunan pemain Real Madrid dan Sporting Clube de Portugal

    Sementara Jorge Jesus yang kehilangan Islam Slimani dan Joao Mario pada jendela transfer musim panas yang lalu, memainkan formasi 4-4-2 dengan mengandalkan Bas Dost sebagai target man di depan. Kehadiran William Carvalho dan kapten Adrien Silva juga dimaksudkan agar Sporting mampu memenangkan lini tengah di mana Real Madrid hanya mengandalkan satu gelandang bertahan pada diri Casemiro.

    [Baca Juga: Kunci Sukses Madrid adalah Gelandang Bertahan]

    Sporting Menguasai Lini Tengah

    Pada kenyataannya di atas lapangan, bermainnya Carvalho dan Silva memang membuat lini tengah Sporting lebih "penuh". Real Madrid kesulitan mengawali serangan dari lini tengah. Itulah kenapa mereka kebanyakan menginisiasi serangan lewat sayap (perhatikan gambar 2 sebelah kiri).





    Gambar 2Operan sepertiga penyerangan Real Madrid (kiri) dan Sporting (kanan) – sumber: FourFourTwo Stats Zone

    Carvalho beberapa kali terlihat sangat tanggap dalam memutus serangan Real dan membantu Sporting yang berhasil mencetak 29 intersep semalam, berbanding 21 untuk Madrid. Sporting yang hanya menguasai 40,1% penguasaan bola juga melakukan inisiasi serangan yang merata, baik lewat tengah maupun lewat sayap, meskipun tidak sesering Real Madrid dalam menyerang.

    Sebanyak tiga peluang berhasil Sporting ciptakan lewat serangan menuju tengah, sementara Real Madrid menciptakan 8 peluang tapi tidak ada satupun yang berasal dari operan di wilayah tengah, bahkan 5 di antaranya berasal dari umpan silang.

    Signifikannya lini tengah ini lah yang membuat Sporting mampu mencetak gol terlebih dahulu, tepatnya pada menit ke-48 melalui César. Pemain asal Brasil ini beberapa kali mampu mendapatkan ruang yang ditinggalkan oleh Casemiro.

    Kebuntuan Real Madrid

    Tertinggal sejak awal babak kedua membuat Real Madrid tidak bisa nyaman menjalani pertandingan. Cristano Ronaldo yang menghadapi mantan kesebelasannya juga tidak mampu berbuat banyak. Ia mencetak empat buah dribel, tapi hanya satu saja yang sukses.

    Los Merengues yang biasanya bisa mengandalkan kecepatan dan dribel dengan 4-3-3 ini mengalami kebuntuan. Sebanyak 24 dribel memang berhasil mereka cetak (8 di antaranya gagal), tapi terhitung hanya 5 saja yang merupakan dribel sukses di wilayah pertahanan Sporting. Perhatikan gambar 3 sebelah kanan untuk memahami hal ini.





    Gambar 3 Grafis heat map Real Madrid dengan sorotan minimnya Real Madrid berhasil menguasai bola di wilayah sekitar kotak penalti Sporting (kiri). Grafis dribel Real Madrid (kanan) – sumber: Squawka

    Real Madrid pun kesulitan dalam menguasai bola di area sekitar kotak penalti Sporting. Baik Ronaldo maupun Gareth Bale (4 dribel sukses) tidak bisa berbuat banyak untuk benar-benar mengancam gawang Rui Patricio selama hamper 90 menit.

    Gol balasan Real Madrid akhirnya berhasil mereka cetak dengan sangat terlambat, yaitu pada menit ke-89, di mana Ronaldo akhirnya mampu menunjukkan kelasnya dengan sepakan tendangan bebas.

    Pergantian Pemain yang Mengubah Permainan Madrid

    Jika melihat kembali gambar 3 bagian atas (heat map Madrid), maka kita bisa memahami jika Real pada akhirnya melepaskan 24 umpan silang (hanya 7 yang berhasil). Dari umpan silang sebanyak itu, 4 umpan silang sukses berhasil dicatatkan oleh Madrid sejak Morata masuk.



    Gambar 4Grafis umpan silang Sporting (kiri) dan Real Madrid (kanan) – sumber: Squawka

    Zidane sendiri melakukan tiga pergantian pemain semalam, yaitu Lucas Vázquez menggantikan Bale pada menit ke-67, Morata menggantikan Karim Benzema pada menit ke-68, dan James Rodríguez menggantikan Toni Kroos pada menit ke-77.

    Ketiga pergantian pemain tersebut mampu mengubah permainan Real Madrid. Vázquez berhasil lebih efektif daripada Bale dengan 5 dribelnya serta Morata yang berhasil mencetak gol. Namun, perubahan signifikan terjadi ketika James masuk di mana ia pada akhirnya mampu memberikan satu buah asis.

    Tidak sampai satu menit sejak James masuk, Real mampu mencatatkan shot on target kedua mereka semalam. Bermain di lini tengah sebelah kiri, James mampu membuka ruang lebih efektif bagi rekan-rekannya.

    Mungkin sudah saatnya Zidane menyadari potensi James yang di awal musim ini terlalu sering diisukan pindah dari Real Madrid.

    Pada Akhirnya Mental yang Menentukan

    Sporting sudah memainkan sepakbola yang efektif meskipun tidak menguasai permainan. Menghadapi Real Madrid yang superior, pendekatan Jorge Jesus dinilai sudah tepat dengan lebih mengutamakan penguasaan lapangan tengah di mana ini memaksa Real untuk terus-menerus mengalirkan bola ke wilayah sayap.

    Meskipun di sayap Real ada Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, hal itu tidak serta-merta menjamin Real bisa unggul di papan skor dengan mudahnya.

    Sporting terlihat lebih cair dan sebenarnya lebih berhak menjadi pemenang pada pertandingan semalam. Tapi mengacu pada Real Madrid sebagai kesebelasan yang besar, mereka menunjukkan mentalitas mereka dengan mampu mencetak dua gol menjelang akhir laga. Mampunya Real mencetak dua gol ini adalah hasil dari kejeniusan Zinedine Zidane dalam melakukan pergantian pemain.

    Manajer asal Prancis ini tahu jika Real kesulitan dalam menembus wilayah tengah dan sekitar kotak penalti Sporting, maka ia memainkan umpan silang dan kemudian memaksimalkannya dengan memasukkan Álvaro Morata.

    Ketidakmampuan Real Madrid dalam mendapatkan banyak ruang juga pada akhirnya mampu diatasi oleh Zidane dengan bermainnya James Rodríguez yang banyak mengubah permainan Real Madrid.

    Sporting sendiri harus gigit jari di mana di akhir laga mereka kehilangan konsentrasi, mengingat sebenarnya sepakan tendangan bebas Ronaldo maupun sundulan Morata yang keduanya berbuah gol sebenarnya mampu dijangkau oleh tangan dari penjaga gawang mereka, Rui Patricio. Sebuah kerja keras yang akhirnya dikalahkan oleh mentalitas.

    ====

    *dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

    (roz/roz)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game