Match Analysis
Liga Spanyol: Real Madrid 1-1 Villarreal
Madrid Diimbangi Villarreal karena Kehilangan Gelandang Bertahan
Foto: REUTERS/Sergio Perez
Jakarta - Setelah menjalani empat pertandingan tanpa kekalahan, rekor kemenangan Real Madrid akhirnya terhenti pada pekan kelima La Liga Spanyol. Menjamu Villarreal di Santiago Bernabeu, Madrid hanya mampu meraih hasil imbang 1-1.
Gol-goldalam pertandingan ini dicetak oleh Bruno Soriano untuk Villarreal pada menit ke-45 lewat tendangan penalti, yang dibalas oleh gol Sergio Ramos pada menit ke-48 memanfaatkan sepak pojok James Rodriguez. Meski meraih hasil imbang, Los Blancos tetap kokoh di puncak klasemen dengan poin 13, usai pesaing mereka, Barcelona, hanya meraih hasil imbang kontra Atletico Madrid.
Madrid sebenarnya benar-benar memegang kendali dalam pertandingan kali ini. Tapi, ada beberapa hal yang membuatmereka sulit untuk menembus pertahanan Villarreal dan akhirnya menciptakan peluang yang mampu berujung menjadi gol.
Pertahanan Rapat Villarreal Menyulitkan Penyerang Madrid
Sadar bahwa Madrid memiliki penyerang-penyerang cepat seperti Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo, maka Villarreal memilih untuk memperketat pertahanan mereka. Empat bek sejajar mereka saling mempersempit jarak, pun dengan dua gelandang bertahan yang setia melakukan cover di area sepertiga lapangan akhir.
Gambar 1 β Padatnya pertahanan Villarreal dengan jarak yang tidak saling berjauhan
Tampak dari ilustrasi di atas, bahwa The Yellow Submarine ingin mencegah aksi-aksi menembus ke belakang ataupun aksi-aksi cut inside yang kerap dilakukan oleh Ronaldo ataupun Bale. Berkat pertahanan rapat ini, para penyerang Madrid sulit untuk masuk ke dalam kotak penalti Villarreal. Kroos yang sedang menguasai bola pun tidak memiliki banyak pilihan karena ruang-ruang dalam pertahanan berhasil ditutup dengan baik oleh pemain-pemain Villarreal.
Serangan Madrid pun pada akhirnya berujung kepada umpan-umpan silang dan tendangan-tendangan jarak jauh yang akhirnya malah menjadi tidak efektif. Umpan-umpan silang Madrid yang kerap dilepaskan oleh James Rodriguez maupun Danilo, yang totalnya mencapai 53 buah ini mudah dipatahkan oleh duet bek tengah Villarreal, Mateo Musacchio dan Victor Ruiz.
Sedangkan tendangan jarak jauh Madrid, yang kerap dilepaskan oleh Kroos, Ronaldo, dan Bale mampu dipatahkan oleh Sergio Asenjo.
Sosok Casemiro yang Vital Itu Tidak Ada
Sulitnya Madrid untukmenembus pertahanan Villarreal ini, selain karena pertahanan The Yellow Submarine yang rapat, juga karena tidak adanya sosok yang mampu mendistribusikan bola dengan baik. James yang diplot sebagai playmaker di sayap terlalu sering melepaskan umpan silang. Sementara itu Kovacic, yang dipasang sebagai pengganti Luka Modric, terlalu banyak melepaskan umpan ke samping.
Banyaknya umpan ke samping ini, mengakibatkan banyak juga umpan silang yang tercipta dalam pertandingan kali ini untuk Real Madrid.
Gambar 2 β Grafis umpan Kovacic (bawah) dan James (atas). Sumber: Stats Zone FourFourTwo
Bukan hanya sosok Modric, ketiadaan sosok Casemiro yang merupakan tukang jagal di lini tengah Madrid juga membuat serangan Villarreal beberapa kali berhasil menembus pertahanan Los Blancos. Ada tiga pemain yang menjadi poros serangan Villarreal dalam pertandingan kali ini. Mereka adalah Jonathan dos Santos, Denis Cheryshev, dan Samu Castillejo.
Tiga pemain ini memiliki peran berbeda-beda. Dos Santos sebagai pengalir bola sekaligus penerima bola dari lini tengah, serta Cheryshev dan Castillejo sebagai pendobrak dari sayap sekaligus dua pemain yang melakukan kombinasi untuk membingungkan penjagaan pemain bertahan Madrid. Total ketiga pemain ini mencatatkan sentuhan 134 kali terhadap bola.
Mudahnya tiga pemain ini mengacak-acak lini pertahanan Madrid dikarenakan sosok Kroos, yang diplot sebagai gelandang tengah yang menggantikan peran Casemiro, sering kali terlambat turun membantu pertahanan dan membuat ketiga pemain di atas bebas berkreasi. Kroos acap kali terlalu naik membantu penyerangan dan lupa untuk membantu turun melapis empat bek Madrid.
[Baca Juga: Kunci Sukses Real Madrid adalah Gelandang Bertahan]
Hal inilah yang membuat pertahanan rapat Madrid, yang diterapkan pada awal-awal pertandingan, menjadi tidak rapat lagi karena tidak adanya gelandang tengah yang turun memberikan bantuan kepada para bek. Sosok petarung Casemiro hilang dalam pertandingan ini.
Gambar 3 β Area gerak Kroos. Terlalu fokus di sayap dan sepertiga lapangan akhir lawan. Sumber: whoscored.com
Gol pertama yang diciptakan Villarreal pun salah satu faktornya adalah akibat dari ketiadaan gelandang yang memberikan cover cepat terhadap serangan Villarreal. Sosok Casemiro yang acap turun ke belakang dan berkolaborasi dengan bek tidak ada, sehingga membuat handball Ramos pun terjadi dan berujung tendangan penalti.
Selain Casemiro dan Modric, kehilangan sosok Marcelo yang harus digantikan di tengah pertandingan berpengaruh terhadap penyerangan Madrid. Keberaniannya dalam melakukan cut inside ke dalam lini pertahanan lawan adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh Danilo, full-back kanan Madrid yang diplot sebagai full-back kiri usai Dani Carvajal masuk.
Real Madrid Mengandalkan Set Piece
Mungkin salah satu nilai plus Madrid dalam pertandingan kali ini adalah pandainya mereka dalam memanfaatkan set piece. Tahu bahwa mereka sulit untuk menembus pertahanan Villarreal lewat permainan open play, mereka memanfaatkan set piece untuk mengambil angka di pertandingan ini. Gol Ramos pada awal babak kedua pun tercipta dari sepak pojok James Rodriguez.
WhoScored mencatat bahwa dari 22 tembakan yang Madrid lepaskan ke gawang Villarreal, delapan di antaranya berasal dari set piece, sedangkan sisanya (14 tembakan) berasal dari open play. Tapi, conversion rate (konversi menjadi peluang) set piece Madrid justru lebih tinggi, dengan total 12%, dibandingkan dengan conversion rate open play Madrid yang nilainya 0%.
Melalui pemanfaatan set piece yang cerdas, karena didukung oleh pemain yang memiliki kemampuan mengambil set-piece yang baik, Los Blancos masih dapat menciptakan peluang berbahaya dalam pertandingan kali ini.
Kesimpulan
Bertujuan memberikan jam terbang kepada pemain lain mungkin baik. Tapi, Zidane pun harus paham bahwa semua pemain tidak mampu menyajikan peran yang sama meski ditempatkan dalam posisi yang berbeda. Peran Casemiro dan Modric terlalu vital di tubuh Los Blancos. Dalam pertandingan ini, terlihat bahwa belum ada pemain yang mampu menjalankan peran tersebut.
Ini adalah pekerjaan rumah bagi Zidane, pun juga bagi para pemain Madrid. Bagaimana caranya memainkan peran Modric dan Casemiro yang vital, atau membuat strategi baru sebagai antisipasi manakala Modric dan Casemiro tidak mampu bermain. La Liga baru dimulai, dan Zidane masih memiliki banyak waktu untuk menemukan formula bagi timnya dan bersaing menjadi juara La Liga.
====
*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.
(roz/roz)
Gol-goldalam pertandingan ini dicetak oleh Bruno Soriano untuk Villarreal pada menit ke-45 lewat tendangan penalti, yang dibalas oleh gol Sergio Ramos pada menit ke-48 memanfaatkan sepak pojok James Rodriguez. Meski meraih hasil imbang, Los Blancos tetap kokoh di puncak klasemen dengan poin 13, usai pesaing mereka, Barcelona, hanya meraih hasil imbang kontra Atletico Madrid.
![]() |
Madrid sebenarnya benar-benar memegang kendali dalam pertandingan kali ini. Tapi, ada beberapa hal yang membuatmereka sulit untuk menembus pertahanan Villarreal dan akhirnya menciptakan peluang yang mampu berujung menjadi gol.
Pertahanan Rapat Villarreal Menyulitkan Penyerang Madrid
Sadar bahwa Madrid memiliki penyerang-penyerang cepat seperti Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo, maka Villarreal memilih untuk memperketat pertahanan mereka. Empat bek sejajar mereka saling mempersempit jarak, pun dengan dua gelandang bertahan yang setia melakukan cover di area sepertiga lapangan akhir.
![]() |
Gambar 1 β Padatnya pertahanan Villarreal dengan jarak yang tidak saling berjauhan
Tampak dari ilustrasi di atas, bahwa The Yellow Submarine ingin mencegah aksi-aksi menembus ke belakang ataupun aksi-aksi cut inside yang kerap dilakukan oleh Ronaldo ataupun Bale. Berkat pertahanan rapat ini, para penyerang Madrid sulit untuk masuk ke dalam kotak penalti Villarreal. Kroos yang sedang menguasai bola pun tidak memiliki banyak pilihan karena ruang-ruang dalam pertahanan berhasil ditutup dengan baik oleh pemain-pemain Villarreal.
Serangan Madrid pun pada akhirnya berujung kepada umpan-umpan silang dan tendangan-tendangan jarak jauh yang akhirnya malah menjadi tidak efektif. Umpan-umpan silang Madrid yang kerap dilepaskan oleh James Rodriguez maupun Danilo, yang totalnya mencapai 53 buah ini mudah dipatahkan oleh duet bek tengah Villarreal, Mateo Musacchio dan Victor Ruiz.
Sedangkan tendangan jarak jauh Madrid, yang kerap dilepaskan oleh Kroos, Ronaldo, dan Bale mampu dipatahkan oleh Sergio Asenjo.
Sosok Casemiro yang Vital Itu Tidak Ada
Sulitnya Madrid untukmenembus pertahanan Villarreal ini, selain karena pertahanan The Yellow Submarine yang rapat, juga karena tidak adanya sosok yang mampu mendistribusikan bola dengan baik. James yang diplot sebagai playmaker di sayap terlalu sering melepaskan umpan silang. Sementara itu Kovacic, yang dipasang sebagai pengganti Luka Modric, terlalu banyak melepaskan umpan ke samping.
Banyaknya umpan ke samping ini, mengakibatkan banyak juga umpan silang yang tercipta dalam pertandingan kali ini untuk Real Madrid.
![]() |
![]() |
Gambar 2 β Grafis umpan Kovacic (bawah) dan James (atas). Sumber: Stats Zone FourFourTwo
Bukan hanya sosok Modric, ketiadaan sosok Casemiro yang merupakan tukang jagal di lini tengah Madrid juga membuat serangan Villarreal beberapa kali berhasil menembus pertahanan Los Blancos. Ada tiga pemain yang menjadi poros serangan Villarreal dalam pertandingan kali ini. Mereka adalah Jonathan dos Santos, Denis Cheryshev, dan Samu Castillejo.
Tiga pemain ini memiliki peran berbeda-beda. Dos Santos sebagai pengalir bola sekaligus penerima bola dari lini tengah, serta Cheryshev dan Castillejo sebagai pendobrak dari sayap sekaligus dua pemain yang melakukan kombinasi untuk membingungkan penjagaan pemain bertahan Madrid. Total ketiga pemain ini mencatatkan sentuhan 134 kali terhadap bola.
Mudahnya tiga pemain ini mengacak-acak lini pertahanan Madrid dikarenakan sosok Kroos, yang diplot sebagai gelandang tengah yang menggantikan peran Casemiro, sering kali terlambat turun membantu pertahanan dan membuat ketiga pemain di atas bebas berkreasi. Kroos acap kali terlalu naik membantu penyerangan dan lupa untuk membantu turun melapis empat bek Madrid.
[Baca Juga: Kunci Sukses Real Madrid adalah Gelandang Bertahan]
Hal inilah yang membuat pertahanan rapat Madrid, yang diterapkan pada awal-awal pertandingan, menjadi tidak rapat lagi karena tidak adanya gelandang tengah yang turun memberikan bantuan kepada para bek. Sosok petarung Casemiro hilang dalam pertandingan ini.
![]() |
Gambar 3 β Area gerak Kroos. Terlalu fokus di sayap dan sepertiga lapangan akhir lawan. Sumber: whoscored.com
Gol pertama yang diciptakan Villarreal pun salah satu faktornya adalah akibat dari ketiadaan gelandang yang memberikan cover cepat terhadap serangan Villarreal. Sosok Casemiro yang acap turun ke belakang dan berkolaborasi dengan bek tidak ada, sehingga membuat handball Ramos pun terjadi dan berujung tendangan penalti.
Selain Casemiro dan Modric, kehilangan sosok Marcelo yang harus digantikan di tengah pertandingan berpengaruh terhadap penyerangan Madrid. Keberaniannya dalam melakukan cut inside ke dalam lini pertahanan lawan adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh Danilo, full-back kanan Madrid yang diplot sebagai full-back kiri usai Dani Carvajal masuk.
Real Madrid Mengandalkan Set Piece
Mungkin salah satu nilai plus Madrid dalam pertandingan kali ini adalah pandainya mereka dalam memanfaatkan set piece. Tahu bahwa mereka sulit untuk menembus pertahanan Villarreal lewat permainan open play, mereka memanfaatkan set piece untuk mengambil angka di pertandingan ini. Gol Ramos pada awal babak kedua pun tercipta dari sepak pojok James Rodriguez.
WhoScored mencatat bahwa dari 22 tembakan yang Madrid lepaskan ke gawang Villarreal, delapan di antaranya berasal dari set piece, sedangkan sisanya (14 tembakan) berasal dari open play. Tapi, conversion rate (konversi menjadi peluang) set piece Madrid justru lebih tinggi, dengan total 12%, dibandingkan dengan conversion rate open play Madrid yang nilainya 0%.
Melalui pemanfaatan set piece yang cerdas, karena didukung oleh pemain yang memiliki kemampuan mengambil set-piece yang baik, Los Blancos masih dapat menciptakan peluang berbahaya dalam pertandingan kali ini.
Kesimpulan
Bertujuan memberikan jam terbang kepada pemain lain mungkin baik. Tapi, Zidane pun harus paham bahwa semua pemain tidak mampu menyajikan peran yang sama meski ditempatkan dalam posisi yang berbeda. Peran Casemiro dan Modric terlalu vital di tubuh Los Blancos. Dalam pertandingan ini, terlihat bahwa belum ada pemain yang mampu menjalankan peran tersebut.
Ini adalah pekerjaan rumah bagi Zidane, pun juga bagi para pemain Madrid. Bagaimana caranya memainkan peran Modric dan Casemiro yang vital, atau membuat strategi baru sebagai antisipasi manakala Modric dan Casemiro tidak mampu bermain. La Liga baru dimulai, dan Zidane masih memiliki banyak waktu untuk menemukan formula bagi timnya dan bersaing menjadi juara La Liga.
====
*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.
(roz/roz)












