Dari Lewandumbski hingga Lewangoalski
Musim ini adalah musim ketiga Lewandowski bersama Dortmund. Semakin hari ia semakin mampu menunjukkan kematangannya sebagai striker handal. Tercatat 35 gol telah ia cetak musim ini di berbagai ajang, dan 24 di antaranya di kompetisi Bundesliga. Ini membuat Lewandowski sebagai pencetak gol terbanyak kedua setelah Stefan Kiessling dari Bayer Leverkusen.
Sisa 10 gol lainnya, ia cetak di ajang Liga Champions. Di ajang ini, peluangnya untuk mnejadi topskorer pun semakin terbuka lebar. Apalagi selisih antara dirinya dan topskorer sementara Critiano Ronaldo, yang telah tersingkir, hanya berbeda 2 gol.
Andaikan penampilan agresifnya saat melawan Real Madrid kembali dikeluarkan, tak mustahil ambisi tersebut akan tercapai. Toh, secara statistik, average attempt on target per-match Lewandowski masih cukup baik, yaitu mencapai 2 attempts on target per match.
Klopp sering memuji teknik dan kontrol Lewandowski yang bersekutu dengan naluri untuk mencetak gol. Bahkan permainannya dikatakan dapat merusak konsentrasi lawan secara siginifikan.
Saat ini Lewandowski pun sudah menjadi detak jantung dari permainan menyerang Dortmund. Tak hanya mencetak gol, ia pun sering terlihat bekerja di lini tengah sembari mengambil dan mendistribusikan bola. Tak jarang ia terlihat sebagai pemain no 10. "Striker juga dapat menetapkan tujuan," ungkapnya.
Dortmund sempat diuji dengan formasi taktis baru yang diterapkan Klopp dengan memasang Mario Goetze sebagai "false nine". Dengan strategi ini Lewandowski cocok dengan perannya yang menjadi otak serangan saat mendistribuskan bola ke sayap. Setelah melakukan tugasnya, dengan cepat ia pun kembali kedalam kotak penalti untuk mengeksekusi serangan sehingga berbuah menjadi gol.















