Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Pandit

    Kalah dengan Indah Melawan MU ala Wenger

    - detikSport
    Jakarta - <p>Jika Arsene Wenger diminta menyebutkan satu nama tim selain Arsenal yang ia kenal baik, jawabannya bisa jadi Manchester United. Jika orang Prancis itu diminta untuk menyebut satu nama tm yang membuatnya gemas karena sulit dikalahkan, kesebelasan tersebut tidak lain dan tidak bukan pasti Manchester United. <br /><br />Tiga puluh satu tahun lalu Wenger mulai menjalani karier sebagai manajer tim utama di sebuah kesebelasan profesional. Ia pertama kali menjadi manajer tim utama di klub Prancis, Nancy. Setelahnya ia menangani AS Monaco, lalu pindah ke Jepang untuk menangani Nagoya Grampus. Dalam 12 tahun pertamanya sebagai manajer ia pernah berhadapan dengan banyak tim besar di seluruh Eropa, termasuk FC Barcelona di era Louis van Gaal. Namun tak pernah ia berhadapan dengan Manchester United. <br /><br />Wenger menjalani pertandingan pertamanya dengan MU pada 16 November 1996, satu bulan16 hari setelah ia resmi menjadi manajer Arsenal. Pada kesempatan pertamanya itu Wenger menderita kekalahan karena Nigel Winterburn mencetak gol bunuh diri. Februari tahun berikutnya, tepatnya di tanggal 19, Wenger kembali menghadapi MU; kali itu di Highbury. Pada kesempatan kedua ini pemain Arsenal mampu mencetak gol ke gawang lawan. Dennis Bergkamp namanya. Sial bagi Wenger, MU mencetak dua gol lewat Andy Cole dan Ole Gunnar Solskjaer. Dua pertandingan pertamanya melawan <em>Red Devils</em> berakhir dengan kekalahan. Wenger, dalam dua pertandingan pertamanya melawan MU, selalu mengalami kesulitan. <br /><br />Entah dua pertandingan tersebut menyadarkan Wenger atau tidak; yang pasti, pada tahun-tahun berikutnya Wenger selalu menghadapi kesulitan yang sama. Pertandingan melawan MU adalah ujian tersendiri. Dan ia harus menghadapi ujian-ujian tersebut lebih sering ketimbang ujian-ujian yang lain. <br /><br />Hingga detik ini Wenger sudah 49 kali berhadapan dengan Manchester United; lebih sering dari kesebelasan manapun. Nyaris setengahnya, tepatnya 24 kali, berakhir dengan kekalahan untuk kesebelasan Wenger. Satu-satunya kebanggaan Wenger di balik deretan angka ini adalah fakta bahwa jumlah kemenangan yang berhasil ia raih tidak lebih sedikit dari jumlah pertandingan yang berakhir imbang; menang 14, imbang 11.<br /><br />West Bromwich Albion, Southampton, Wigan Athletic, Sunderland, Middlesbrough, Chelsea, Bolton Wanderers, Manchester City, Fulham, Liverpool, Blackburn Rovers, Tottenham Hotspur, Aston Villa, West Ham United, Newcastle United, dan Everton memiliki dua kesamaan. Pertama, melawan 16 kesebelasan tersebut Wenger memenangi lebih dari 14 pertandingan; lebih banyak dari jumlah kemenangan yang berhasil ia kumpulkan dari pertandingan-pertandingan melawan MU. Kedua, Wenger meraih 15 kemenangan melawan WBA, atau 17 kemenangan melawan Chelsea, atau 26 pertandingan melawan Everton, atau pilihan data acak lainnya, dalam jumlah pertandingan yang lebih sedikit dari jumlah pertandingan yang ia jalani melawan MU. <br /><br /><img src="https://akcdn.detik.net.id/albums/about-the-game/AW-MU04.jpg" alt="" width="460" height="342" /><br /><br />Jelas sudah bahwa Wenger memiliki kesulitan menang tersendiri setiap kali ia berhadapan dengan tim yang satu ini. Ada sesuatu yang membuat Wenger mudah kalah di pertandingan-pertandingan melawan MU. Seperti apa bentuknya, entahlah. Yang jelas ia tidak menemani Wenger di setiap pertandingan dengan kostum Grim Reaper. Karena jika iya, pihak keamanan pasti sudah mengamankannya dan ia tidak akan lagi menghantui Wenger sebagaimana Grim Reaper yang diamankan pada 20 April 2014 tidak lagi mengganggu David Moyes. <br /><br />Jelas ada sesuatu yang sejak dulu &ndash; dan hingga detik ini &ndash; membuat Wenger kesulitan meraih kemenangan dalam pertandingan melawan United. <br /><br /><strong>Bukan Ferguson Penyebabnya</strong><br /><br />Ada satu pertanyaan yang tidak dapat dipisahkan dari pembicaraan mengenai kecenderungan kalah melawan MU yang mengiringi Wenger: benarkah dia kesulitan menang melawan United, bukan melawan Sir Alex Ferguson? Jawabannya: memang bukan Fergie.<br /><br />Bukan tidak mungkin David Moyes saat ini sedang menjalani kehidupan yang tenang di San Sebastian, Spanyol. Dipercaya menjadi manajer Real Sociedad berarti Moyes menangani kesebelasan yang berkompetisi di liga yang berbeda dengan Arsenal; dengan Wenger. Berkarier di Primera Division berarti Moyes tidak lagi harus secara rutin bertanding melawan Wenger yang selalu memberinya kesulitan.<br /><br /><img src="https://akcdn.detik.net.id/albums/about-the-game/AW-MU03.jpg" alt="" width="460" height="285" /><br /><br />Sepanjang kariernya sebagai manajer, Moyes berhadapan dengan Wenger sebanyak 25 kali; lebih banyak dari manajer manapun. Moyes menjalani sebagian besar dari 25 pertandingan tersebut sebagai manajer Everton. Hanya dua pertandingan terakhirnya melawan Wenger Moyes jalani sebagai manajer MU.<br /><br />Dan dalam 23 pertandingan melawan Wenger sebagai manajer Everton, Moyes 14 kali menelan kekalahan. Enam kali Moyes berhasil menahan imbang Arsenal, dan hanya tiga kali saja Moyes berhasil membawa Everton meraih kemenangan. Setelah meninggalkan Everton untuk menjadi manajer MU, Moyes tidak pernah kalah melawan Wenger. Dalam dua pertandingan yang semuanya di liga, Moyes berhasil mempersembahkan empat angka untuk &ldquo;Setan Merah&rdquo;. <br /><br />Dua pertandingan memang terlalu sedikit untuk menilai kemampuan Moyes (sebagai manajer MU) melawan Wenger. Namun hasil dua pertandingan tersebut bukannya tidak menjelaskan apapun. Dua kemenangan Moyes menunjukkan bahwa Wenger tetap menemui kesulitan di pertandingan melawan United, tak peduli siapa manajer yang ia hadapi. Moyes yang biasanya mudah ia kalahkan tiba-tiba menjadi lawan tangguh hanya karena ia menangani MU.<br /><br />Wenger selalu (dan bukan tidak mungkin selamanya akan demikian) kesulitan meraih kemenangan melawan MU. Jumlah kemenangan yang sudah ia kumpulkan begitu sedikit, dan tidak akan mudah bertambah dalam beberapa tahun ke depan mengingat MU kini ditangani oleh Louis van Gaal. <br /><br />Jumlah kemenangan yang sedikit, bagaimanapun, tidak selalu menyakitkan. Salah satu di antaranya malah memberi rasa sakit yang lebih besar kepada MU ketimbang kepada Wenger; 21 Mei 2005, Wenger menang di final Piala FA. Lain hal, tetap ada yang Wenger dapatkan di balik kekalahan yang jumlahnya banyak itu.<br /><br />Boleh jadi Wenger tidak memiliki lebih banyak kemenangan (dan tidak lebih banyak piala) ketimbang Fergie, namun Wenger jelas telah merebut hati manajer tersukses sepanjang sejarah MU tersebut. Mengingat Fergie begitu dihormati, rasanya tidak salah jika opininya dianggap sebagai opini MU.<br /><br />Fergie sudah berada di MU dan menguasai sepakbola Inggris sepuluh tahun lebih awal dari Wenger. Fergie adalah yang terbaik saat itu. Kemudian datanglah Wenger, yang merusak dominasi Fergie. Selama 17 tahun lamanya Fergie dan Wenger berusaha saling mengalahkan satu sama lain. Alih-alih merasa terganggu atau benci, Fergie malah menaruh hormat kepada Wenger. <br /><br />Menjelang pertandingan kompetitif Wenger yang ke-1.000. sebagai manajer Arsenal, Fergie secara khusus memberi penghargaan kepada pria asal Prancis tersebut.<br /><br /><img src="https://akcdn.detik.net.id/albums/about-the-game/AW-MU02.jpg" alt="" width="460" height="283" /><br /><br />&ldquo;Selama bertahun-tahun kami menikmati pertandingan-pertandingan luar biasa dan boleh dibilang kami telah sama-sama bertahan terhadap usaha kami masing-masing untuk memainkan sepakbola yang baik,&rdquo; ujar Fergie. <br /><br />&ldquo;Saya selalu menikmati waktu yang saya habiskan untuk menyaksikan kesebelasan Arsene bermain &ndash; Arsenal bermain dengan cara yang benar. Bermain melawan mereka, saya selalu mendapatkan tantangan istimewa yang membuat memikirkannya saja membuat saya menghabiskan banyak waktu. Ia selalu menjadi sosok yang bersungguh-sungguh di bidang pekerjaan ini dan ia selalu merasa perlu membantu manajer lain. Mungkin pujian terbesar yang dapat saya berikan kepada Arsene adalah bahwa saya tidak dapat melakukan apapun selain bersaing dengan pesaing saya selama 17 tahun.&rdquo;<br /><br />Dalam kalahnya, Wenger tetap berhasil mengambil hati lewat permainan indah. Pertanyaan besarnya kemudian: apakah itu cukup?<br /><br /><br />====<br /><br />* Mengkhususkan pada analisis sepakbola, baik Indonesia maupun dunia, meliputi analisis pertandingan, taktik dan strategi, statistik dan liga. Keragaman latar belakang dan disiplin ilmu para analis memungkinkan PFI untuk juga mengamati aspek kultur, sosial, ekonomi dan politik dari sepakbola. Twitter: @panditfootball Facebook: panditfootball Website: <a href="http://panditfootball.com/"><span style="color: #339966;">www.panditfootball.com</span></a>.<br /><br /></p> (Andi Abdullah Sururi/Doni Wahyudi)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game