Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Pandit

    Masa Kejayaan Sepakbola Basque (Bagian 1)

    Zakky BM - detikSport
    (AllsportUK /Allsport) (AllsportUK /Allsport)
    Jakarta -

    Sampai saat ini sepakbola Basque sangat identik dengan Athletic Bilbao dan kultur kebijakan transfernya. Los Leones sampai detik ini mantap dan turun temurun memelihara budaya menggunakan pemain asli akademi mereka sendiri atau pemain asli dari Basque.

    Tapi selain Bilbao, sebenarnya terdapat satu kesebelasan lain dari Basque yang menggunakan ideologi serupa: Real Sociedad. Sociedad bergeming menggunakan pemain asli Basque, bahkan menjuarai La Liga selama dua musim berturut-turut dari musim 1980-81 dan musim 1981-82.

    Kesuksesan besar dari tetangganya tersebut membuat Bilbao tersulut. Hal ini juga berdampak sangat positif bagi sepakbola di tanah Basque. Permainan Bilbao dengan sekejap menanjak dan mampu bermain konsisten hingga akhirnya berbuah trofi La Liga dua musim berturut-turut setelah Sociedad menguasai liga. Fenomena berkuasanya sepakbola Basque ini tentu sangat langka dijumpai di era millennium saat ini.

    Persaingan Hingga Menit Akhir La Real dan Los Merengues

    Musim 1980-81 sudah seharusnya titik klimaks bagi perjuangan Real Sociedad di La Liga karena di musim sebelumnya (1979-80), tim berkostum biru-putih tersebut gagal mengamankan titel liga pertama mereka karena dileburkan oleh Sevilla. Saat itu Real Madrid yang berhasil menggenggam titel mereka untuk yang keempat kalinya dalam lima tahun terakhir.

    Real Madrid tetaplah kandidat terkuat apalagi diperkuat oleh nama-nama tenar seperti Santillana, Juanito sampai Vicente Del Bosque -- yang saat ini menjadi pelatih timnas Spanyol.

    Namun, Real Zaragoza menggebrak liga dengan memuncaki tabel klasemen sementara saat itu sampai akhirnya disalip oleh Atletico Madrid. Bagaimana dengan Real Sociedad? Mereka memulai liga dengan sangat biasa. Tak ada gebrakan.

    Meski Atletico menguasai liga sampai pekan ke-27, namun di tujuh pertandingan sisa mereka harus tersungkur bahkan tak bisa memenangkan pertandingan sama sekali. Tentu, hal ini menjadi angin segar bagi Real Madrid dan Sociedad yang menguntit sepanjang musim.

    Barcelona sebetulnya bisa saja menjadi pesaing mereka dalam perebutan gelar ini. Namun dalam beberapa pekan terakhir, kondisi internal mereka sangat kalut setelah penyerang andalan mereka, Quini, diculik oleh sekelompok orang tak dikenal selama hampir empat pekan.

    Real Sociedad dan Real Madrid yang hanya berselisih dua angka mesti mengamankan titel liga mereka hingga pekan terakhir. Madrid berada di atas angin dan berpeluang untuk mengudeta di menit terkhir perebutan gelar tersebut karena hanya bertandang ke kandang Real Valladolid yang sudah tak memiliki kepentingan apapun dan sudah lolos degradasi. Sedangkan di sisi Sociedad, mereka harus bertandang ke kandang Sporting Gijon. Perlu diketahui juga, Sporting Gijon unggul 1-2 saat pertemuan pertama dengan Real Sociedad di San Sebastian, kandang El Real.

    Prediksi para pengamat sangat tepat untuk pertandingan Real Madrid vs Valladolid. Tim tamu yang sangat mendominasi membuat tiga gelontoran gol yang hanya dibalas satu saja oleh tim tuan rumah. Brace Carlos Santillana dan satu gol dari Uli Stielike seperti menjadi jaminan untuk Real Madrid mempertahankan trofinya. Euforia para Madidista pun semakin memuncak karena peluit panjang di Estadio Jose Zorilla (kandang Valladolid) sudah dibunyikan.

    Para pemain dan staf pelatih berhamburan ke lapangan dan saling berpelukan. Mereka juga mengetahui bahwa Sporting Gijon sampai menit 89 telah unggul 2-1 dari Real Sociedad. Karena jika hasil itu berlanjut, maka Real Madrid berhasil mengudeta pimpinan klasemen dengan perbedaan satu poin.

    Namun, sang penyelamat telah turun dalam diri seorang Jesus Mari Zamora. Gelandang Real Sociedad ini menjebol gawang Sporting Gijon pada detik-detik terakhir sebelum bubaran. Skor menjadi imbang 2-2, dan poin dengan Real Madrid menjadi sama-sama 45, namun Real Sociedad unggul head-to-head dalam dua pertemuan di liga.



    Secara resmi, Real Sociedad menjadi juara La Liga untuk pertama kalinya dan mematahkan dominasi Real Madrid. Sedangkan di kandang Valladolid, para pemain Los Merengues langsung mendadak lesu tak bergairah karena kemenangan mereka terasa percuma.

    Real Sociedad tak berhenti sampai situ saja. Dengan berbekal materi pemain asli Basque, mereka terus mendominasi La Liga di musim selanjutnya (1981-82). Perlu diketahui juga, ayah dari Xabi Alonso merupakan salah satu penggawa dari skuat keemasan Real Sociedad dan mewaris bakat sebagi pemain tengah handal bagi anak-anaknya kelak.

    Pada perjalanan Real Sociedad di musim 1981-82, tak ada drama yang panas tersaji baik di awal ataupun akhir musim. Pesaing terdekat mereka, Barcelona, hanya memiliki poin 45 dan Sociedad mempunyai 47 angka.

    Skuat tim nasional Spanyol saat mengikuti Piala Dunia 1982 di negaranya sendiri pun di dominasi pemain dari Real Sociedad dengan enam pemain. Nama-nama seperti Luis Arconada, Miguel Periko Alonso, Jesus Maria Satrustegui, Jesus Maria Zamora, Roberto Lopez Ufarte dan Pedro Uralde menghiasi skuat La Furia Roja dan Real Sociedad menjadi penyumbang terbanyak bagi timnas saat itu.
    .
    [Bersambung]

    ====

    * Akun twitter penulis: @bmzakky dari @panditfootball

    (din/a2s)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game