Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Pandit

    Cedera Musiman yang Memuncak di Boxing Day

    Dex Glenniza - detikSport
    Getty Images/Christopher Lee Getty Images/Christopher Lee
    Jakarta -

    Ada sebanyak 108 pemain yang menderita cedera sebelum pertandingan Boxing Day malam ini (26/12/2015) di Liga Primer Inggris, dan jumlah ini kemungkinan besar akan bisa bertambah besok pagi. Kita mungkin bertanya-tanya, kenapa begitu banyak kasus cedera yang menimpa pemain sepakbola?

    Sepakbola memang olahraga yang mengedepankan kontak fisik, meskipun tidak seintens rugbi maupun olahraga bela diri seperti tinju atau gulat.
    Tapi, untuk ukuran cedera karena olahraga, sepakbola ternyata berperan sebanyak 32% dari 22 juta kasus cedera setiap tahun, ini adalah angka yang tertinggi. Hal ini terjadi mungkin karena sepakbola banyak dimainkan di seluruh penjuru dunia.

    Sementara itu rugbi berada di bawah sepakbola dengan 13% dan tinju bahkan tidak sampai 5%. Ini memang sebuah ironi, bagaimana niat mulia olahraga untuk menyehatkan malah mengakibatkan penyakit berupa cedera.

    Banyaknya kasus cedera di sepakbola ini membuat cedera itu sendiri menjadi bagian tak terpisahkan dari sepakbola. Tidak ada sepakbola tanpa cedera.

    Cedera yang Umum pada Sepakbola

    Menurut Physio Room, cedera karena jaringan lunak dan masalah otot adalah penyebab cedera yang paling umum. Kedua jenis cedera di atas sebenarnya sangat bisa dihindari, terutama dari pemanasan yang baik.

    Kemudian patah kaki yang juga sering terjadi lebih kepada faktor eksternal seperti kontak dengan pemain lain, kontak dengan permukaan lapangan, dan juga dari cara mendarat yang salah.

    Jika kita melihat Elite Club Injury Study yang dilaksanakan oleh UEFA, sejak 2013 sudah terjadi cedera otot yang berperan sebanyak 38-40% dari seluruh cedera di sepakbola Eropa. Sementara cedera lainnya yang umum adalah hamstring, terkilirnya pergelangan kaki, cedera pada tulang kering (padahal sudah wajib memakai shin guard), hernia, dan yang paling terkenal adalah ACL (anterior cruciate ligament).

    [Baca selengkapnya mengenai Cedera ACL: Mimpi Buruk Theo Walcott dan Pemain Lainnya]

    Musim ini, cedera ACL menyerang 7 pemain di Liga Primer, yaitu Joe Gomez, Danny Ings, Tim Krul, Tyrone Mings, Max Gradel, Callum Wilson, dan Jordan Amavi. Jumlah ini celakanya menyamai rekor cedera ACL di musim lalu, dan lebih banyak dua kasus daripada dua musim yang lalu (5 kasus cedera ACL pada 2013/14).

    Jika Fraser Forster, Ben Foster, Joel Ekstrand, Matthew James, dan Kwesi Appiah dihitung (mereka semua cedera ACL dari musim lalu dan sampai sekarang belum sembuh), cedera ACL musim ini sudah berada di angka 12 kasus cedera, sama dengan tiga musim yang lalu.

    Cedera ACL memang hanya terjadi sebanyak 11% dari seluruh cedera di Liga Primer, tapi sejauh ini cedera ini lah yang paling membuat pemain, pelatih, dan penonton gusar.

    Musim Dingin Semakin Rentan Cedera

    Ada faktor internal yang biasanya menyebabkan cedera, yaitu faktor mental pemain, kondisi kebugaran pemain, kondisi fisiologis atau faktor keturunan, dan riwayat cedera sebelumnya.

    Kemudian seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ada faktor eksternal yang bisa menyebabkan cedera di antaranya adalah kondisi lapangan, kondisi cuaca, salah dalam pemilihan peralatan pertandingan (sepatu, kaos kaki, dan lain-lain), dan salah saat pemanasan.

    Di Liga Primer dan liga-liga Eropa yang biasanya memiliki dua musim (musim panas dan musim dingin), terdapat beberapa cedera yang terjadi secara musiman. Secara umum, pemain akan lebih rentan untuk cedera pada musim dingin. Hal ini terjadi karena permukaan lapangan yang lebih keras dan tak jarang licin.

    Cedera metatarsal, tulang betis, dan tulang kering menjadi fokus pada cedera yang disebabkan oleh kualitas lapangan yang biasanya meningkat pada saat musim dingin.

    Salah mendarat atau kontak telapak kaki terhadap permukaan lapangan yang keras sekarang ini memiliki dampak yang lebih besar untuk cedera pemain daripada kontak fisik dengan pemain lain.

    Jaringan dan bagian tubuh manusia akanmencapai kecepatan yang lebih besar dengan momentum yang dihasilkan secara efektif berkali-kali lipat sesuai dengan beban yang menjadi dampak dalam setiap gerakan pemain.Kemudianperubahan inersia yang mendadak dalam kecepatan atau arah juga bisa menyebabkan masalah.

    Otot dan tulang memiliki keterbatasan kepada kekuatan. Kecepatan dari sepakbola modern yang semakin tinggisetiap saat dapat membuat setiap pesepakbola mencapai ambang dari batas kekuatan otot dan tulang tersebut.



    Sisi Negatif Boxing Day

    Ketika Hari Natal tiba, liga-liga di Eropa (dan juga dunia) kebanyakan mengalami libur kompetisi. Libur ini bukan hanya karena faktor cuaca, tapi juga untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat dalam rangka memperbaiki mental mereka semua yang terlibat di sepakbola.

    Sayangnya, Liga Inggris (dari Liga Primer, Football League Championship, League One, sampai League Two) tidak mengenal jeda kompetisi. Kealfaan jeda kompetisi ini bukan berdampak pada jumlah pertandingan, melainkan lebih kepada rentetat pertandingan.

    "Ada kelelahan dalam jadwal dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya," kata Ben Dinnery yang sudah lama mempelajari cedera di Liga Primer. "Jika Anda lihat festive period (rentetan pertandingan pada periode Natal sampai Tahun Baru), sebuah kesebelasan bisa bermain tiga sampai empat kali dalam 12 hari. Dari sini kami melihat banyak masalah cedera, terutama cedera jaringan lunak."

    Boxing Day memang sudah menjadi tradisi dan sangat menarik untuk para penonton, tapi hal ini bisa menguras fisik para pemain.

    Umumnya setelah Natal adalah saat di mana banyak pemain mengalami cedera. Bisa dibilang Boxing Day adalah penyebab utama puncak cedera pemain yang berimbas pada kegiatan transfer pemain seluruh kesebelasan Inggris yang lebih aktif di musim dingin.



    Klasemen cedera pemain Liga Primer Inggris sampai 26 Desember 2015 – sumber: Physio Room dan Premier Injuries

    Seperti yang terlihat pada tabel di atas, sekarang ini Newcastle United (bukan Arsenal) yang paling banyak mengalami cedera dengan 10 kasus cedera. Sementara Chelsea dan Norwich City tergolong bebas cedera dengan masing-masing hanya dua kasus cedera saja.

    Kembali mengingatkan, hal umum yang akan kita bisa terima dari sepakbola adalah ketika cedera, kita hampir selalu menyalahkan pihak ke tiga, dalam hal ini adalah kontak pemain lain. Padahal perbedaan yang terlihat jelas adalah pada tingkat keatletisan dan kebugaran tubuh kita.

    Sejalan dengan waktu, kemampuan tubuh manusia akan berkurang seiring bertambahnya umur. Kemampuan tubuh ini antara lain adalah melompat, berputar, dan berlari cepat dengan intensitas dan eksplosivitas yang tinggi. Hal-hal ini lah yang berperan dalam rusaknya jaringan lunak tubuh manusia.

    Sedangkan khusus untuk para pemain Liga Primer di musim dingin ini, cedera biasanya terjadi karena mereka terlalu banyak melakukan latihan dan jumlah pertandingan dengan jeda yang terlalu berentetan.
    Jadi, bisa disimpulkan bahwa cedera memang datangnya musiman, terutama musim dingin, dan itu semua memuncak di Boxing Day.

    ====

    *penulis biasa menulis hal-hal terkait sport science, baik di About The Game ataupun situs @panditfootball, beredar di dunia maya dengan akun @dexglenniza.




    (roz/mfi)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game