Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Pandit

    (Pesepakbola) Jangan Makan Sembarangan

    Dex Glenniza - detikSport
    Foto: dok detikFood Foto: dok detikFood
    Jakarta - Sesaat setelah pulang dari final Piala AFF 2016 leg kedua di Thailand, Alfred Riedl, manajer tim nasional Indonesia saat itu, mengeluh. Menurutnya, para pemain timnas Indonesia tidak bisa disiplin dalam menjaga makanan dan minuman yang mereka konsumsi.

    "Pemain tak peduli dengan nutrisi. Mereka makan apapun yang mereka mau. Saat mereka pulang, asupan nutrisi tak terjaga," kata Riedl seperti yang kami kutip dari Tempo. "Seorang atlet seharusnya punya kepedulian tinggi pada nutrisi. Bayangkan, pemain kita makan kerupuk atau kentang goreng, yang jelas-jelas tak bergizi."

    Kepedulian yang kurang terhadap nutrisi ini juga semakin diperparah dengan ketidakdisiplinan. "Juga ada masalah dalam disiplin. Beda dengan Vietnam, yang punya kedisiplinan tinggi (saat Riedl melatih Vietnam pada 2005-2007)," lanjut Riedl.

    (Pesepakbola) Jangan Makan SembaranganFoto: Rachman Haryanto

    "Contohnya pemain-pemain dari Papua. Mereka sering minum alkohol berlebihan. Minum sampai mabuk tak bisa ditoleransi. Saya selalu mendapatinya dan sepertinya tak pernah berakhir," tutup pelatih asal Austria tersebut.

    Sepenting itukah nutrisi untuk pemain sepakbola?

    Sekilas Tentang Nutrisi dan Sepakbola

    Bagi pemain sepakbola profesional, termasuk pemain timnas Indonesia juga pastinya, perbedaan antara kemenangan dan kekalahan itu sangat kecil. Sehingga hal kecil dan mendetil bisa menjadi perbedaan. Dari sini lah salah satu hal yang sering diabaikan, yaitu pola makan, padahal sangat memengaruhi penampilan.

    Sudah banyak penelitian yang menunjukkan jika pola makan bisa berdampak pada latihan, sehingga pola makan yang baik bisa mendukung latihan intensif yang konsisten. Namun, setiap pemain itu berbeda. Oleh karena itu, tidak ada pola makan saklek yang bisa mengakomodasi seluruh pemain.

    Kuncinya adalah mendapatkan jumlah energi yang tepat untuk tetap fit dan menunjukkan penampilan yang baik. Terlalu banyak nutrisi akan membuat gemuk (lemak menumpuk); terlalu sedikit akan membuat lemas dan mudah cedera.

    Secara umum, atlet sepakbola membutuhkan karbohidrat kompleks, lemak yang rendah, protein yang rendah, dan banyak asupan cairan.

    Karbohidrat dibutuhkan untuk menyuplai otot dan otak dengan "bahan bakar" untuk latihan dan berkompetisi. Atlet harus memperhatikan jenis, jumlah, dan waktu ketika mereka makan. Kemudian makanan yang kaya protein sangat penting untuk membentuk dan memperbaiki jaringan otot.

    Menjaga cairan tubuh juga sangat penting, yaitu asupan cairan sebelum, selama, dan setelah olahraga. Ketika berkeringat, makanan dan minuman yang dikonsumsi harus mengandung garam yang cukup untuk mengganti garam yang hilang tersebut. Sehingga atlet sepakbola harus banyak minum, kuncinya adalah minum sebelum kehausan. Kehausan berarti dehidrasi.

    (Pesepakbola) Jangan Makan SembaranganFoto: Ilustrasi (Getty Images)

    Air berkaitan langsung dengan stamina, apalagi di sepakbola modern ketika banyak pertandingan yang ditentukan di menit akhir. Sedangkan alkohol, seperti yang dikeluhkan Riedl di atas, adalah bentuk cairan yang kaya akan energi tapi miskin nutrisi, sehingga mengonsumsi alkohol itu tidak dianjurkan.

    Peran Ahli Nutrisi di Kesebelasan Sepakbola

    Menyeberang jauh dari Indonesia, Juergen Klopp, manajer Liverpool, juga pernah memiliki masalah serupa mengenai nutrisi dari para pemainnya. "Seringkali di pra-musim, pemain makan sebanyak dan secepat yang mereka bisa," kata Klopp awal bulan Desember lalu seperti yang kami kutip dari New York Times.

    [Baca juga: Peran Sains dalam Latihan Pramusim]

    Tapi setelah beberapa hari di Palo Alto, tempat skuat Liverpool melakukan pramusim di awal musim 2016/2017, Klopp mendapatkan perubahan yang drastis. "Mereka (para pemain) tinggal untuk makan, dan mereka menyukainya."

    Menurut Klopp, perubahan itu terjadi setelah ia menunjuk dua staf baru di Liverpool. Yang pertama adalah Andreas Kornmayer, seorang pelatih kebugaran yang sebelumnya bekerja di Bayern Munchen. Kemudian yang kedua adalah Mona Nemmer, seorang perempuan, untuk menjadi kepala nutrisi kesebelasan.

    Nemmer juga sebelumnya bekerja di Bayern. Ia memiliki program khusus yaitu program individual (berbeda setiap pemain) yang dirancang secara saintifik, menggunakan makanan-makanan lokal dan seorganik mungkin.

    Setiap pemain akan memiliki perhatian nutrisi yang berbeda. "Kami semua tidak sama, jadi tidak bisa diterima jika kita harus makan makanan yang sama," kata Klopp.

    Dalam konsultasinya kepada pemain, Nemmer akan melihat banyak pengaruh kebutuhan nutrisi untuk setiap pemain, mulai dari komposisi lemak tubuh, nilai metabolisme, sampai kewarganegaraan dan posisi bermain juga.

    "Ada tingkat energi yang berbeda tergantung pada di mana kamu bermain di lapangan," kata Nemmer. "Kiper tidak berlari sebanyak gelandang. Dan pemain-pemain Brasil, misalnya, memiliki budaya sarapan yang berbeda dibanding dengan pemain Inggris. Semuanya didetilkan berdasarkan budaya, tipe tubuh, posisi."

    Setelah setengah musim berada di Liverpool, banyak yang menganggap jika Nemmer adalah perekrutan terbaik Klopp di musim panas yang lalu. Menyikapi anggapan tersebut, Nemmer merendah: "Seluruh departemen, [yaitu] medis, kepelatihan, psikologi, dan sains olahraga, seluruhnya memiliki peran penting."

    Sedangkan Klopp tidak keberatan dengan anggapan tersebut. "Kamu tidak menemukan banyak orang sepertinya (Nemmer). Kita semua sangat menyukainya. Ia seperti sosok ibu bagi kami," kata pelatih asal Jerman tersebut.

    Nemmer sudah terkenal bisa mengenalkan nutrisi dan sains olahraga dengan baik kepada para pemain dan staf di Liverpool. "Ia tidak mencoba untuk membutakan kami dengan sains," kata Adam Lallana.

    Nemmer mengatakan bahwa ia menerima pekerjaan di Liverpool setelah Carlo Ancelotti menjabat sebagai manajer baru di Bayern. Ia tertarik karena Liverpool memerhatikan dan menerapkan sains olahraga dengan baik di kesebelasan.

    "Mereka (Liverpool) memiliki perspektif yang brilian. Mereka juga memiliki pemikiran yang terbuka," kata Nemmer. "Bersama dengan Juergen [Klopp], mereka memberikan nutrisi kedudukan yang penting dan dihormati, dan mereka memberikanku kesempatan untuk menerapkannya. Itu tidak biasa."

    (Pesepakbola) Jangan Makan SembaranganFoto: Ilustrasi (Alex Wong/Getty Images)

    Sekarang ini, kafetaria di kompleks latihan Melwood sudah terkenal sebagai tempatnya jus buah segar, granola, kacang-kacangan, dan salad bar-nya yang terkenal. Begitu juga di Stadion Anfield, terdapat tempat jus dan dapur di ruang ganti. Setiap pemain bisa menentukan sendiri jenis buah atau makanan apa yang ingin mereka konsumsi. Ini adalah hal yang tidak biasa bahkan di Inggris sekalipun.

    Keseriusannya dalam mengurusi nutrisi di Liverpool bahkan sampai membuatnya keliling Britania Raya untuk memeroleh bahan-bahan makanan berkualitas dan organik

    Di Indonesia, (Kadang) Ada Dokter Kesebelasan

    Di Indonesia, dari yang saya tahu dan pelajari, nutrisi belum diterapkan secara menyeluruh di bidang olahraga, kecuali mungkin olahraga angkat berat dan olahraga yang mendukung gaya hidup, seperti yang sering kita bisa lihat di tempat-tempat fitness.

    Kemudian di sepakbola, kadang kita bisa melihat adanya dokter kesebelasan (team doctor) yang bukan hanya mengurusi soal cedera, perawatan, dan pemulihan, tetapi juga merangkap mengurusi soal nutrisi untuk para pemainnya.

    "Di sini (hotel tempat timnas menginap saat latihan praPiala AFF) kokinya kita kasih tahu bagaimana membuat makanan untuk atlet. Makan siang, makan pagi, makan malam, semuanya sudah diprogram," kata Syarif Alwi, dokter timas Indonesia saat Piala AFF 2016.

    Tapi meskipun sudah terprogram, ternyata itu tidak menutup kemungkinan pemain akan jajan sembarangan di luar jam makan. "Kita mengusahakan protect mereka. Tapi kita, kan, nggak bisa jaga mereka 24 jam. Tapi iya, pasti [jajan sembarangan]."

    Sebenarnya jika pemain lapar atau haus dan ingin jajan, mereka bisa meminta kepada pihak kesebelasan (dalam hal tersebut adalah pihak hotel) alih-alih jajan ke luar.

    "Kalau pemain lapar, pesan aja di sini, makan, ambil, daripada makan di luar. Kalau makan di luar, kita nggak tahu, makan bersih, bahan bakunya bagus, kita nggak tahu. [Mengontrol nutrisi] itu tugas dan tanggung jawab saya," katanya.

    Menurut Alwi, pemain sepakbola dan atlet olahraga lainnya di Indonesia belum terbiasa dengan penerapan nutrisi yang baik. "Nutrisi itu buat atlet, mereka belum terbiasa semenjak masa-masa pembinaan usia muda. Itu PR untuk pengurus yang akan datang agar anak-anak usia muda, usia 14, 15, 16 [tahun] harus dimasukkan materi sports nutrition dan sports injuries. Itu harus."

    (Pesepakbola) Jangan Makan SembaranganFoto: Rachman Haryanto

    Kami juga sempat bertanya soal kebiasaan merokok pemain sepakbola di Indonesia. Ia sangat melarang atlet-atlet asuhannya untuk merokok. "Kalau saya, (sambil menunjukkan gestur seperti menyayat leher sendiri) tidak boleh."

    Soal alkohol juga Alwi melarang para pemainnya untuk mengonsumsinya. Namun hal ini tidak berlaku jika pelatih kepala tidak melarangnya juga.

    "Saya nggak bisa tahu [pemain ada yang merokok atau minum alkohol]. Kita bilang tidak, tapi kadang pelatih bilang boleh. Saya nggak bisa apa-apa kalau sudah gitu," lanjutnya.

    "Sebenarnya bukan hanya atlet, bagi saya, orang hidup itu tidak boleh merokok, tidak minum alkohol, tidak minum [air] berkarbonasi, tidak makan pedas, tidak makan kerupuk-kerupuk."
    Nutrisi

    Perhatian terhadap nutrisi memang sangat perlu, bahkan sampai kepada jenis minyak yang digunakan untuk memproses makanan. Beberapa jenis pemrosesan makanan, seperti penggorengan penuh (deep frying) adalah haram untuk atlet. Jenis makanan seperti ini memang banyak kita temukan di jajanan pinggir jalan di Indonesia.

    Bagi atlet, makan secara teratur akan membuat keuntungan optimal dari program latihan, meningkatkan pemulihan di antara latihan dan pertandingan, mendapatkan dan memelihara fisik, mengurangi risiko cedera dan penyakit, kepercayaan diri dalam bertanding, konsistensi dalam mencapai penampilan tingkat tinggi, serta tidak ketinggalan; kenikmatan utama dari makanan, yaitu cita rasa.

    Sementara masalah utama pengabaian nutrisi di Indonesia berakar pada budaya: suka jajan dan jajan sembarangan, kebanyakan atlet juga tidak tahu jenis makanan yang sehat, sehingga mereka akan mengedepankan cita rasa (serta harga juga) daripada manfaat.

    (Pesepakbola) Jangan Makan SembaranganFoto: Ilustrasi (Ari Saputra)

    Hal ini diperparah dengan ketidaktahuan cara memasak atau memroses makanan yang baik. Gaya hidup yang sibuk dan seringnya bepergian juga akan membuat sulitnya atlet untuk mengontrol nutrisi mereka. Oleh karena itu, masalah nutrisi ini seringnya akan muncul secara massal ketika libur kompetisi.

    [Baca juga: Mengapa Persiapan dan Latihan Pra-Musim Itu Sangat Penting?]

    Kembali mengingatkan, bagi pemain sepakbola profesional, perbedaan antara kemenangan dan kekalahan itu sangat kecil. Hal kecil dan mendetil tersebutlah yang bisa menjadi perbedaan.

    Nutrisi dan pola makanan, mungkin, bagi sebagian orang adalah hal yang sangat kecil sampai terlihat tidak penting. Namun jika kita saja tidak bisa mengurusi hal sekecil itu di Indonesia, jangan harap sepakbola Indonesia akan maju.

    Kesuksesan butuh pengorbanan. Menjadi atlet adalah pengorbanan. Jajan sembarangan dan makan enak, sialnya, juga adalah pengorbanan.

    Tambahan sumber jurnal:
    • Ono M, Kennedy E, Reeves S, Cronin L, (2012) Nutrition and culture in professional football. A mixed method approach, Elsevier, Appetite, Volume 58, Issue 1, February 2012, Pages 98–104

    • Pringle A, Zwolinsky S, McKenna J, Daly-Smith A, Robertson S, White A, (2013) Effect of a national programme of men's health delivered in English Premier League football clubs, Elsevier, Public health, Volume 127, Issue 1, January 2013, Pages 18–26

    =====

    * Penulis biasa menulis soal sport science untuk situs @panditfootball, beredar di dunia maya dengan akun @dexglenniza


    (krs/fem)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    pandit