Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Pandit

    Piala Presiden dan Harapan Akan Pramusim yang Baik dan Benar

    Dex Glennıza - detikSport
    Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Jakarta - Di manapun musim sepakbola dimainkan, mulai dari di daerah kutub sampai di daerah gurun, sangat penting bagi kesebelasan untuk menyiapkan pemain mereka melalui program pramusim yang baik dan benar sebelum musim tersebut dimulai.

    Pramusim tidak bisa dianggap remeh, karena sangat berperan bagi semua pihak, mulai dari pemain, manajer, staf pelatih, dan juga tentunya, suporter sepakbola. Semua pihak tersebut dituntut untuk kembali siap bekerja secara profesional, bukan hanya fisik, tetapi juga mental mereka.

    Peran Pramusim bagi Berbagai Pihak di Sepakbola

    Bagi pemain, apalagi jika habis selepas liburan di mana mereka bisa saja makan atau jajan sembarangan, pramusim menjadi sangat krusial untuk mengembalikan kondisi fisik dan mental mereka.

    Pada prinsipnya, pemain akan terus berusaha menjaga bentuk fisik terbaik mereka selama liburan sekalipun. Ini lah kenapa atlet profesional adalah mereka yang profesional dimanapun (di dalam dan di luar lapangan) dan kapanpun (pada musim bergulir maupun saat liburan).

    Rohan Ince, mantan pemain akademi Chelsea yang sekarang bermain di Swindon Town, mengaku kepada Team Talk bahwa hari pertama pra-musim adalah hari "yang semua orang ingin hindari" karena ini artinya mereka harus kembali berlatih dan bekerja seperti biasanya.

    Memang biasanya minggu-minggu pertama pramusim akan banyak dilalui dengan latihan fisik dan kebugaran yang kadang membosankan. Tapi latihan ini adalah hal paling pokok ketika menjelang musim yang baru.

    Bukan hanya pemain, tapi pramusim adalah waktu bagi para manajer atau pelatih kepala untuk memulai pekerjaan mereka. Pramusim adalah periode kunci bagi mereka untuk bekerja pada taktik dalam rangka mempersiapkan musim baru dan juga transaksi pemain di bursa transfer.

    Namun, tidak seperti saat musim sudah dimulai, saat pramusim, manajer atau pelatih kepala biasanya banyak menyerahkan sesi latihan kepada pelatih kebugaran.

    Saat pra-musim memang merupakan waktu di mana cedera bisa menjadi masalah. Studi sepakbola serta olahraga lainnya menunjukkan bahwa atlet cenderung lebih rentan terhadap cedera selama pramusim dari pada waktu lain sepanjang musim. Hal ini terjadi karena kondisi fisik atlet saat itu memang belum sepenuhnya siap.

    Maka dari itu, pelatih fisik dan kebugaran adalah orang-orang yang paling sibuk menyiapkan pramusim, dan kemudian dalam sesi-sesi terakhir, terutama menjelang pertandingan, baru manajer (biasanya bersama asisten manajer) akan memulai pekerjaan yang lebih berkaitan dengan taktik.

    Pramusim sekarang bukan hanya untuk pemain, manajer, dan pelatih saja. Hal ini terjadi akibat dunia yang semakin modern, yang membuat pramusim bukan hanya fokus kepada fisik, mental, dan taktik, tetapi juga bisnis dan hiburan.

    Di sini lah suporter ikut terlibat dan berperan, tak terkecuali dengan Indonesia di mana kita, penonton di Indonesia, akan disuguhi oleh turnamen pra-musim bertajuk Piala Presiden 2017 yang akan berlangsung dari 4 Februari sampai 12 Maret 2017.

    Sebelum musim penuh (full season) Liga Indonesia akan bergulir pada akhir Maret, kita mendapatkan sebuah pertanyaan: apakah pramusim seperti ini, yaitu dengan turnamen, merupakan pra-musim yang baik dan benar?

    Menilai Pramusim pada Piala Presiden

    Kita sebagai penonton mungkin hanya melihat Piala Presiden ini datang dengan tiba-tiba. Tapi sebenarnya (seharusnya) pra-musim bagi setiap kesebelasan di Indonesia sudah dimulai jauh sebelum dimulainya sepak mula Piala Presiden 2017.

    Kesebelasan harus sudah menyiapkan skuat mereka setidak-tidaknya enam pekan sebelum pertandingan pertama musim resmi dimulai. Lebih lama sebenarnya lebih baik. Dalam enam pekan ini, para pemain akan dicekoki dengan latihan fisik, latihan fisik, dan latihan fisik, ditambah sedikit pertandingan. Perbandingan antara latihan dengan pertandingan mungkin 4:1 (tidak menghitung istirahat). Sungguh melelahkan.

    Piala Presiden dan Harapan Akan Pramusim yang Baik dan BenarFoto: Rengga Sancaya


    Jika kamu sering bermain Football Manager, kamu mungkin akan menyetel setting¬-an intensitas latihan saat pra-musim dengan "Very high". Memang seperti itu kenyataannya.

    Agenda pramusim memang akan berpengaruh pada penampilan kesebelasan saat musim dimulai, sampai berakhir. Hal ini juga berlaku untuk jeda tengah musim. Oleh karena itu, ada beberapa kesebelasan yang mengalami penurunan atau penaikan penampilan setelah jeda tengah musim (misalnya winter break di liga-liga Eropa).

    Kemudian kita harus melihat Piala Presiden. Dalam rata-rata rentang 12 hari babak grup (misalnya grup pertama dari 4 sampai 15 Februari 2017), satu kesebelasan hanya bermain sebanyak tiga kali. Ini artinya, jika tidak menghitung hari istirahat (seharusnya memang begitu pada saat pra-musim), kita akan mendapatkan 4:1 antara latihan dengan pertandingan. Cocok.

    Kemudian kita mungkin akan keheranan. Bagaimana kesebelasan bisa menampilkan penampilan yang baik jika tidak ada hari istirahat? Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ini dengan baik dan benar.

    Pertandingan Itu Penting, Tetapi Memang Tidak Sesering Latihan

    Pada saat pramusim, hasil memang sebaiknya tidak dikedepankan, melainkan proses. Tidak heran, pada setiap pertandingan, hampir selalu ada satu kesebelasan yang memainkan 20-22 pemain.

    Sebenarnya tergantung peraturan yang diadopsi. Tapi biasanya, pertandingan bahkan turnamen pra-musim, seperti International Champions Cup, akan mengadopsi status pertandingan sebagai pertandingan persahabatan (friendly), sehingga tidak akan ada pembatasan jumlah pergantian pemain.

    Setiap pemain idealnya bermain dalam 45 menit (dari 90 menit) pertandingan. Karena biar bagaimanapun, memainkan pertandingan sepakbola adalah cara terbaik untuk menjaga kebugaran pemain.

    "Sepuluh hari pertama biasanya hanya berlari dan sedikit olah bola, tapi kemudian kami akan cepat memainkan pertandingan persahabatan pra-musim," kata Nathan Redmond seperti yang saya kutip dari The Telegraph.

    "Kami biasanya bertanding pada Selasa dan Jumat. Kamu mencoba bermain 45 menit dengan baik dan kemudian kamu akan langsung berlatih keesokan harinya," lanjut gelandang Southampton tersebut.

    Selain mendapatkan match fitness, memainkan pertandingan juga akan membuat pemain menjadi familiar dengan taktik serta meningkatkan moral mereka. Semakin banyak pertandingan pramusim, maka akan semakin banyak persiapan pramusim yang terkonsentrasi kepada persiapan pertandingan. Hal ini bisa menjadi baik maupun buruk.

    Namun memang pada intinya semuanya kembali ke pertanyaan, seberapa serius kesebelasan akan bermain di Piala Presiden? Apakah mereka akan bermain laiknya musim sepakbola sungguhan, atau memang hanya pemanasan?

    Cara Menyikapi Pramusim yang Baik dan Benar

    Beberapa pelatih sebenarnya mengkritisi penyelenggaraan Piala Presiden yang terlalu mepet. Tapi kalau kita tinjau dari sains olahraga, saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan pramusim, dengan turnamen seperti Piala Presiden adalah salah satu di antaranya.

    Saya pribadi melihat positif atau negatifnya penyelenggaraan Piala Presiden sebenarnya tergantung kepada kita, yaitu suporter. Sebaiknya suporter tidak terlalu berekspektasi tinggi dengan penampilan kesebelasannya.

    Jika kesebelasannya memang hanya bisa bermain tiga kali, artinya langsung tersingkir di babak grup, maka terima saja. Sebaliknya, setelah itu justru pihak kesebelasan harus langsung mengatur kembali jadwal pertandingan persahabatan agar para pemain, manajer, staf pelatih, dan suporter tidak "terlena" dan merasa seperti liburan lagi, padahal musim yang sesungguhnya baru akan dimulai pada akhir Maret.

    Namun hal ini bisa saja ternodai karena kepentingan bisnis, pemasaran, dan finansial. Misalnya jika kita melihat hadiah Piala Presiden, menurut laporan yang saya terima, uang tunai sebesar Rp 3 miliar untuk juara pertama saya nilai terlalu besar sehingga berpotensi mencederai niat mulia dari pra-musim itu sendiri.

    Beberapa kesebelasan mungkin berniat mengincar hadiah tersebut, yang sebenarnya tidak ada salahnya juga. Hanya saja memang mereka kemungkinan berpotensi tidak bisa mendapatkan manfaat pramusim yang baik dan benar, yaitu fisik, mental, dan taktik. Tiga hal tersebut adalah hal yang sangat mahal di sepakbola, lebih mahal daripada uang, hiburan, atau gengsi semata.

    Jadi, untuk kesebelasan, selamat bermain di pramusim dengan baik dan benar. Kemudian untuk kita sebagai suporter atau penonton, selamat menyaksikan pramusim, juga dengan baik dan benar. Semoga.

    [Baca juga: Peran Sains dalam Latihan Pra-Musim]

    *Referensi ilmiah:
    Brito J, Rebelo A, Soares JM, Seabra A, Krustrup P, Malina RM (2011) Injuries in youth soccer during the pre-season, Clinical Journal of Sports Medicine, 21:259-260.



    =======

    Akun twitter penulis @dexglenniza dari @panditfootball

    (din/nds)

    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game