Inggris Mau Juara Euro 2020? Coba Tiru Chelsea dan Man City

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 10 Jun 2021 10:17 WIB
MIDDLESBROUGH, ENGLAND - JUNE 06: Marcus Rashford of England celebrates with team mate Jordan Henderson after scoring their sides first goal from the penalty spot during the international friendly match between England and Romania at Riverside Stadium on June 06, 2021 in Middlesbrough, England. (Photo by Lee Smith - Pool/Getty Images)
Inggris tak boleh memberi lawan kesempatan untuk menekan. Foto: Getty Images/Pool
Jakarta -

Timnas Inggris diminta bermain dengan tempo tinggi layaknya tim-tim Premier League selama Piala Eropa 2020. Ini dilakukan untuk memperbesar peluang mereka menjuarai turnamen.

Inggris mampu mencapai semifinal pada Piala Dunia 2018 silam. Itu merupakan capaian terbaik sejak Piala Eropa 1996, di mana mereka melaju hingga tahap yang sama.

Untuk mengulangi raihan serupa, bahkan lebih, jelas tak mudah. Apalagi ada angggapan persaingan di Piala Eropa lebih ketat dari Piala Dunia, mengingat tim-tim besar dunia sebagian besar bercokol di benua biru itu.

Oleh sebab itu, The Three Lions harus tampil tangguh sejak babak penyisihan. Paul Merson, eks pemain Arsenal dan Timnas Inggris yang menjadi kolumnis Sky Sports, menyarankan manajer Gareth Southgate untuk mencontoh Manchester City dan Chelsea.

Keduanya merupakan finalis Liga Champions musim lalu, dan Man City juga sekaligus menjadi juara Liga Inggris. Keduanya sudah terbukti tangguh menghadapi klub-klub dari berbagai penjuru Eropa.

"Kami harus memainkan tempo. Jika kami bermain seperti halnya di Premier League, seperti yang dilakukan Man City dan Chelsea saat melawan Real Madrid, Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, negara-negara lain akan kesulitan," buka Merson.

"Inilah kenapa orang-orang mau menonton Premier League. Kecepatan 100 mil per jam, selalu ada tembakan di akhir serangan, lalu 30 detik kemudian sudah ada tendangan sudut di sisi lapangan yang lain, begitulah seharusnya kami bermain."

"Selama beberapa laga terakhir (Timnas Inggris), yang saya lihat adalah kami memulai laga, lalu malah bermain seperti Fulham (tim yang terdegradasi musim lalu)! Kami mengoper bola ke bek tengah, lalu ke bek tengah lainnya, lalu dikirim lagi ke kiper, lalu bermain ala Fulham. Kalau mainnya seperti itu, kami nggak akan punya kans (juara)," sambungnya.

Merson menyebut kalau Inggris hanya bermain lambat, seharusnya Wayne Rooney (kini pelatih Derby County) masih layak dipanggil ke timnas, karena visi permainannya masih mumpuni. Jika Inggris bermain tempo tinggi, tim-tim lain pun akan kerepotan.

MIDDLESBROUGH, ENGLAND - JUNE 06: Dominic Calvert-Lewin and Ben Godfrey of England get up for a header in the box during the international friendly match between England and Romania at Riverside Stadium on June 06, 2021 in Middlesbrough, England. (Photo by Nick Potts - Pool/Getty Images)Merson menganggap Timnas Inggris bermain kurang tangguh selama uji coba jelang Piala Eropa 2020. Foto: Getty Images/Pool

"Kami harus menutup celah sejak lini depan, bermain dengan kecepatan dan energi, dan kami akan menjalaninya. Selama lebih dari 90 menit, dengan jumlah pertandingan yang ada dalam sebulan, kami bisa membungkam tim-tim lain," tegas Merson.

Inggris akan memulai laga perdana penyisihan Piala Eropa 2020 dengan menghadapi Kroasia pada Minggu (13/6/2021) pukul 20.00 WIB.

(adp/mrp)