sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 08 Agu 2020 01:00 WIB

Mantan Ketua Komdis Ingin PSSI Terbuka soal Swab Test Pemain

Randy Prasatya - detikSport
Timnas Indonesia dan Timnas Indonesia U-19 kembali menggelar sesi latihan. Sebelumnya, ada dua kali penundaan pemusatan latihan Skuad Garuda. Timnas Indonesia U-19 saat mulai masuk ke lapangan untuk pertama kali latihan di masa pandemi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Timnas Indonesia diterpa isu virus corona. Mantan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan, mendesak agar PSSI terbuka terkait hasil swab test.

Timnas senior Indonesia dan U-19 sudah mulai berkumpul untuk menggelar pemusatan latihan pada 23 Juli 2020. Mereka menginap di salah satu hotel mewah kawasan Senayan, Jakarta.

Sehari berselang, pemain yang sudah datang menjalani rapid test dan juga swab test. Namun, hasil tak kunjung disampaikan oleh PSSI.

Di sisi lain, PSSI mengubah jadwal latihan, yang semula digelar 25 Juli digeser ke 1 Agustus. Dua kali pula jadwal tersebut dibatalkan hingga menjadikan sebuah tanda tanya di kalangan pecinta sepakbola Indonesia.

Sesmempora, Gatot Soelistyo Dewa Broto, bahkan sempat menyentil PSSI untuk terbuka terkait hasil tes. Ketidakterbukaan itu justru memicu isu virus corona di lingkungan timnas.

Hinca sependapat dengan Gatot. PSSI harus terbuka agar pihak terkait bisa membantu mengatasi masalah yang menghambat pemusatan latihan. Keterbukaan juga harus kepada klub peserta Liga 1 dan Liga 2.

"Semua anak bangsa, termasuk PSSI yang mengelola Timnas Indonesia harus terbuka dan melaporkan kalau ada ditemukan pemain atau ofisial yang terpapar Covid 19. Untuk apa? agar diketahui cara mengatasinya. bila memang tidak ada, juga diumumkan agar publik tidak bertanya-tanya," kata Hinca Panjaitan yang dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (7/8/2020).

"Tak perlu ditutupi hasil swab test karena pemerintah juga menganjurkan memutus penyebaran COVID-19. Jangan sampai sepakbola menjadi cluster baru penularan COVID-19," pria yang juga pernah menjadi Plt Ketua Umum PSSI itu menambahkan.

"Dahulukan dan utamakan kesehatan pemain dan semua ofisial serta stakeholder sepakbola baru kompetisinya. Kalau ada yang kena COVID-19, atasi dan sembuhkan dulu."

Hinca bukan hanya berharap tuntutan keterbukaan soal swab test kepada PSSI, tapi meminta PSSI untuk menjalankan roda sepakbola menurut statuta PSSI dan FIFA.

Test Swab TimnasSwab Test Timnas Foto: (dok PSSI)

"Organisasi PSSI itu harus mengikuti statuta FIFA/PSSI dengan menjalankan semua organnya sesuai tupoksi. Filosofi sepakbola itu kolektif, karena itu mainnya kesebelasan dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Begitu juga organisasinya kolektif yang disebut Komite Eksekutif 12 anggota, 2 waketum dan 1 ketum. Begitulah sepakbola dikelola," jelasnya.

Keterbukaan yang diinginkan Gatot sempat membuat Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, kesal. Dia malah menuding Gatot merusak hubungan harmonis PSSI dengan Kemenpora.

"Hubungan PSSI dengan Kemenpora sudah baik dan saling mendukung. Buktinya ada MoU antara PSSI dan Kemenpora terkait bantuan dana untuk Timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20. Saya melihat ada orang yang tidak senang melihat kemesraan antara PSSI dan Menpora," kata Haruna Soemitro.

"Gatot S Dewabroto seperti police watch yang selalu mengkritisi apapun yang dilakukan PSSI. Dia sepertinya suka melihat PSSI dan Menpora berantem. Padahal urusan serta pekerjaan dia sebagai Sesmenpora itu banyak. Jangan hanya urusin PSSI saja," jelas pria yang juga Direktur Madura United tersebut.

Timnas senior Indonesia dan U-19 akhirnya sudah menggelar latihan di Stadion Madya, Jumat (7/8/2020) WIB. Namun, dalam latihan itu masih banyak pemain yang belum ikut meskipun sudah berkumpul dengan tim sejak akhir bulan lalu.



Simak Video "Seri Lawan Qatar, Shin Tae-yong Soroti Power Timnas U-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com