Marc Klok Dicap Pengkhianat, Masa Lalunya Diungkit-ungkit Lagi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 01 Jul 2021 18:20 WIB
Persija Jakarta terus menggeber latihan menyambut Liga 1 2020. Dua pemain anyar mereka, Marco Motta dan Marc Klok sudah ikut dalam sesi pagi ini.
Marc Klok dicap pengkhianat usai pindah dari Persija Jakarta ke Persib Bandung. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Marc Klok dapat cap pengkhianat setelah memutuskan cabut dari Persija Jakarta dan bergabung ke Persib Bandung. Masa lalunya pun kini diungkit-ungkit lagi.

Klok pernah mengungkapkan bahwa dirinya berbohong ke klub lamanya, Dundee FC, untuk bisa pergi ke Indonesia. Saat masih terikat kontrak dengan klub Skotlandia, Klok berbohong ke petinggi klub demi bisa memperkuat PSM Makassar pada 2017.

"Dia (Presiden Dundee FC) tidak mau saya pergi. Orang tidak tahu cerita ini, saya mendatangi presiden dari klub Skotlandia, dan saya bilang ke dia bahwa saya mau berhenti bermain bola," kata Klok di saluran Youtube Hamka Hamzah, yang tayang pada 2 Juni 2021.

"Saya bilang tidak mau main lagi, saya mau ke Belanda. Saya bilang saya tidak suka main bola lagi, dan saya mau kerja yang lain di Belanda," ujarnya sambil tertawa.

Karena alasan itu, Dundee FC luluh dan sepakat untuk melepas Klok yang sebenarnya masih terikat kontrak. Hal itu terekam dalam pengumuman pihak Dundee FC yang mengumumkan melepas Klok pada 7 April 2017.

Kenyataannya, Klok bukan berhenti bermain sepakbola atau pulang ke Belanda. Ia malah bergabung ke PSM dan bergabung ke Juku Eja pada pertengahan April 2017.

Pernyataan itulah yang kini membuat beberapa The Jakmania, suporter Persija, mengungkit masa lalu Klok, di media sosial. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu disebut sudah terbiasa mengakali keadaan demi keuntungan kariernya.

Pemain kelahiran 1993 itu dicap tak loyal. Sebelum ke Persija, ia juga tak ragu untuk meninggalkan PSM yang notabene menjadi rival baru Macan Kemayoran.

Tetapi, sebagaimana dikatakan Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, watak pemain dan suporter memang berbeda. Pemain punya kepentingan buat karier mereka yang singkat, sementara suporter berharap pemain loyal ke klub kesayangan mereka.

"Begini, hati tak akan pernah bertemu dengan logika. Klok menggunakan logika, The Jakmania dengan hati, termasuk saya menggunakan hati lah. Jadi dua kubu ini akan sulit bertemunya, jelas bertentangan," tutur Diky kepada detikSport pada 24 Juni lalu.

"Dalam situasi seperti sekarang ini The Jakmania pasti kecewa. Tapi Klok pasti punya alasan yang menurut dia benar, dan kami juga punya alasan yang menurut kami benar. Keduanya tidak bisa disalahkan," ujar Diky lagi.

(cas/krs)