Boaz Solossa ke Borneo FC: Puzzle, Kejutan, Rasa Keluarga

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 18 Jul 2021 17:30 WIB
Boaz Solossa
Boaz Solossa ke Borneo FC: Puzzle, Kejutan, Rasa Keluarga. Foto: (Instagram/borneofc.id)
Jakarta -

Dilepasnya Boaz Solossa oleh Persipura bagai menjadi durian runtuh buat Borneo FC. Kedua pihak punya hubungan yang baik sehingga kini sepakat bekerja sama.

Boaz diresmikan sebagai pemain baru Borneo dalam sesi perkenalan resmi klub yang dilakukan secara virtual, Sabtu (17/7/2021). Sebelumnya Boaz bersama Yustinus Pae dilepas Persipura karena terlibat konflik.

Terlepas dari itu, Borneo menjadi pihak yang diuntungkan. Selain Persipura, Boaz punya hubungan spesial dengan Borneo karena kedekatannya dengan Nabil Husein, sang presiden klub.

Maka tak heran kalau Boaz pernah sampai dua kali memperkuat Borneo dalam dua kesempatan berbeda sebelumnya. Yakni pada gelaran Piala Presiden 2015 dan Piala Presiden 2018.

Status free agent Boaz Solossa pun menjadi peluang buat Borneo untuk mendapatkan pemain sarat pengalaman dalam diri Duta Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua itu. Pesut Etam pada akhirnya berhasil mengamankan jasa pemain berusia 35 tahun.

"Ibaratnya ini puzzle untuk melengkapi tim kami. Jadi mengenai sosok Boaz, sosoknya sudah tidak asing lagi karena sudah pernah bermain bagi kami meski di turnamen. Ini menjadi salah satu hubungan spesial Borneo FC dengan Boaz sehingga dari sana semua bisa terwujud." kata COO Borneo Ponaryo Astaman, dalam keterangan resmi.

"Ini merupakan kejutan untuk manajemen, karena di awal musim tidak berpikir dapat kesempatan ini. Di beberapa waktu belakangan ini ada kesempatan dan kami memanfaatkannya, alhamdulillah disambut oleh Boaz. Selamat datang untuk Boaz mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik dan borneo bisa berprestasi maksimal dengan hadirnya sosok Boaz," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, pelatih Persipura Jayapura Jacksen F. Tiago sempat bicara panjang lebar soal alasan klub melepas Boaz dan Yustinus Pae. Kedua pemain senior itu melakukan tindak indisipliner yang masuk dalam kategori tak bisa ditolerir.

Jacksen tak menyebutkan secara gamblang, tapi menyebut tindakan Boaz dan Yustinus Pae dirasa membahayakan nyawa. Pada kesempatan berbeda, Boaz dan Yustinus Pae membantah ucapan Jacksen itu.

Terlepas dari itu, Boaz tak perlu pusing-pusing untuk mencari klub yang mau menampungnya. Meski diminati banyak klub, kedekatannya dengan Borneo FC membuatnya mantap memilih berlabuh ke klub asal Samarinda itu.

"Terima kasih untuk Nabil, Popon (Ponaryo), Farid (Abubakar, Manajer). Kenapa saya pilih Borneo? Saya dan Nabil serta Popon sudah seperti keluarga. Selain itu saya juga pernah bermain di sini. Hubungan itu terus berjalan sampai saat ini," tutur Boaz Solossa.

"Saya ucapkan terima kasih bisa diterima di sini dengan baik. Nanti tinggal beberapa hari berlatih saya mohon bisa diterima di sini dengan baik. Saya selalu percaya dan yakin dengan apa yang diberikan Borneo kepada saya," ucapnya bertekad.

(krs/yna)