Piala Dunia U-20: Indonesia Sulit Penuhi Standarisasi FIFA soal Rumput

ADVERTISEMENT

Piala Dunia U-20: Indonesia Sulit Penuhi Standarisasi FIFA soal Rumput

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 06 Okt 2022 15:51 WIB
Emblem Piala Dunia U-20 2023, Logo Piala Dunia U-20 2023
Piala Dunia U-20 2023: indonesia sulit penuhi standar FIFA soal rumput. (Foto: Dok. FIFA)
Jakarta -

Indonesia kesulitan memenuhi standarisasi FIFA terkait rumput lapangan untuk Piala Dunia U-20 2023. Di luar itu, Indonesia terus memperbaiki kekurangan.

Persiapan Piala Dunia U-20 mulai kembali dilakukan setelah event ini batal digelar 2021 dan ditunda ke 2023. FIFA pun sudah melakukan kunjungan ke enam venue yang akan menjadi lokasi pertandingan.

Dari kunjungan itu, FIFA punya beberapa catatan. Beberapa stadion dianggap kurang layak seperti Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Gelora Bung Tomo.

PSSI bersama pemerintah pun harus mengebut untuk memperbaiki kekurangan agar venue dan fasilitas pendukung lainnya dianggap layak buat gelaran Piala Dunia U-20.

"Untuk (persiapan) Piala Dunia U-20 masih jalan terus. Kami sedang menyusun dokumen supaya perbaikannya itu bisa dilakukan sampai nanti untuk Piala Dunia. Kalau konstruksi atau infrastruktur, orang Indonesia paling jago. Hari ini bikin, besoknya sudah jadi, karena kita punya SDM-nya," tutur Ketua Pelaksana Piala Dunia U-20 Maaike Ira Puspita, kepada wartawan.

"Kalau soal rumput, kita tidak bisa. Dan namanya rumput sepakbola, nah ini balik lagi, ada yang namanya lisensi (standarisasi) FIFA. Stadion-stadion bisa dinyatakan sesuai lisensi fifa itu kewajiban sendiri," ujarnya.

Bukan cuma infrastruktur dan fasilitas yang sedang dikerjakan PSSI. Tapi berbagai aspek pendukung lainnya juga sedang mulai dimatangkan.

Indonesia punya waktu sekitar tujuh bulan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada. Piala Dunia U-20 rencananya akan digelar pada 20 Mei-11 Juni 2023.

"Makanya harus dimulai dari Oktober untuk perbaikan, berarti mulai bulan ini. kemudian rencana untuk infrastruktur, kemudian flow-nya dari mulai transportasi, awak media juga nanti di luar tempat parkirnya dimana, antara flow bandara ke hotel-training side-hotel-stadion itu flownya seperti apa," tutur Maaike.

"Hal-hal itu yang akan menjadi blueprint dan akan sangat bagus untuk edukasi dengan membuat ekosistem sepakbola soal bagaimana kalau misalnya kita mau menyelenggarakan event seperti ini lagi," ucap wanita yang juga Wakil Sekjen PSSI itu.

(cas/pur)

ADVERTISEMENT