sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 01 Agu 2020 06:04 WIB

Lacazette: Memenangi Piala FA Sangat Berarti di Musim yang Aneh Ini

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LONDON, ENGLAND - JANUARY 01: Alexandre Lacazette of Arsenal in action during the Premier League match between Arsenal FC and Manchester United at Emirates Stadium on January 01, 2020 in London, United Kingdom. (Photo by Clive Mason/Getty Images) Alexandre Lacazette menyebut musim ini berjalan amat berat buat Arsenal. (Foto: Photo by Clive Mason/Getty Images)
Jakarta -

Musim ini berjalan sangat berat buat Arsenal, setidaknya begitu menurut Alexandre Lacazette. Gelar juara Piala FA bisa dijadikan penebusan yang sepadan.

Arsenal sudah dipastikan kembali gagal finis empat besar di Liga Inggris musim ini, menutup kompetisi di urutan delapan. Bukan cuma ini jadi yang keempat kalinya secara beruntun mereka tak mengakhiri musim di zona Liga Champions, melainkan juga jadi hasil terburuk dalam 25 tahun terakhir.

The Gunners masih punya kesempatan untuk sedikit menyelamatkan musim dengan memenangi Piala FA. Anak-anak London utara itu akan menghadapi rivalnya dari London barat, Chelsea, pada final di Wembley, Sabtu (1/8/2020) malam WIB nanti.

Memenangi final ini jadi terasa lebih urgen buat Arsenal karena turut mempertaruhkan jatah ke kompetisi Eropa. Beda dengan Chelsea yang sudah mengamankan posisi di Liga Champions, Arsenal hanya bisa lolos ke Liga Europa kalau menjuarai kompetisi tertua di dunia itu.

"Sejumlah target meleset dari kami. Ini sudah jadi tahun yang aneh. Kita mengalami penghentian kompetisi yang panjang, kami berganti manajer, punya para pemain yang berbeda," ungkap Lacazette dikutip BBC.

"Ini musim yang sulit, mungkin yang tersulit dalam karier saya. Tapi saya tahu saya belajar banyak dari situasi ini. Piala FA sangat berarti. Saya ke Arsenal untuk memenangi trofi-trofi," imbuh pemain asal Prancis tersebut.

Arsenal berganti manajer dari Unai Emery ke Mikel Arteta pada Desember tahun lalu. 27 pertandingan sudah dilalui di bawah arahan Arteta, dengan hasil 15 kemenangan, enam kali imbang, dan enam kali kalah.

Final Piala FA kali ini juga menjadi kesempatan untuk Arteta dan Frank Lampard memenangi trofi pertama sebagai manajer Arsenal dan Chelsea. Arteta merupakan bagian dari tim Arsenal yang memenangi Piala FA pada musim 2013/2014 dan 2014/2015 silam, sedangkan Lampard empat kali juara sebagai pemain Chelsea.



Simak Video "Final Piala FA 2020: Aubameyang Si Penentu"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com